kabar

Erdogan: Kami ingin hubungan lebih baik dengan Israel

Turki adalah negara muslim pertama mengakui Israel dan menjalin hubungan resmi sejak 1949.

25 Desember 2020 21:41

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hari ini bilang negaranya ingin membina hubungan lebih baik dengan Israel.

Dia menekankan hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu tidak putus. Kerjasama intelijen antara kedua negara masih berlangsung. "Persoalannya sekarang adalah orang-orang di pucuk kekuasaan (di Israel)," kata Erdogan. "Kalau tidak ada masalah di level atas, hubungan kami (Turki-Israel) akan sangat berbeda."

Menurut Erdogan, Turki tidak mungkin menerima kebijakan kejam Israel terhadap Palestina. Sebab isu Palestina menjadi patokan bagi Turki dalam berhubungan dengan negara Bintang Daud itu.

Sebagian pengamat menilai sikap Erdogan terhadap Israel mulai melunak lantaran khawatir presiden baru Amerika Serikat Joe Biden, dilantik pada 20 Januari 2021, akan kritis terhadap Turki terkait isu hak asasi manusia dan campur tangan terhadap persoalan domestik sejumlah negara di Timur Tengah.

Karena itu, Turki bulan ini menunjuk duta besar baru untuk Israel, setelah kosong dua tahun karena memprotes pemindahan Kedutaan besar Amerika dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem.

Sila baca: Turki tunjuk duta besar baru buat Israel

Turki adalah negara berpenduduk mayoritas muslim pertama mengakui Israel dan menjalin hubungan resmi sejak 1949. Namun relasi kedua negara turun naik ketika Turki di bawah rezim Erdogan.

Turki menarik duta besarnya di Tel Aviv pada 2010 sebagai protes atas pembunuhan empat aktivis kemanusiaan di atas kapal Mavi Marmara tengah berlayar menuju Jalur Gaza. Tiga tahun setelah Netanyahu meminta maaf dan membayar kompensasi sebesar US$ 20 juta kepada keluarga sepuluh aktivis kemanusiaan itu, pada Desember 2016 kedua negara menugaskan kembali duta besarnya di Tel Aviv dan Ankara.

Turki dan Israel kembali menarik duta besarnya lantaran muncul ketegangan setelah pengakuan Amerika terhadap Yerusalem ibu kota Israel.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ucapkan selamat Natal

Erdogan dijadwalkan berkunjung ke Indonesia tahun depan.

Duta Besar Turki buat Israel Ufuk Ulutas. (YouTube)

Turki tunjuk duta besar baru buat Israel

Turki merupakan negara muslim pertama mengakui negara Israel pada 1949, setahun setelah negara Yahudi itu dibentuk.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ajak rakyat Turki boikot produk Prancis tapi istrinya punya tas Hermes seharga Rp 733 juta

Tas Hermes milik Emine Erdogan seharga enam kali gaji suaminya atau sebelas kali upah minimum rakyat Turki.

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)

Erdogan ubah lagi museum bekas gereja jadi masjid

Museum di Chora itu tadinya Gereja Yunani Ortodoks St. Saviour, peninggalan kerajaan Byzantium





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Iran puji sikap Indonesia soal isu nuklir Iran

Total perdagangan kedua negara tahun lalu meningkat 52 persen, yaitu mencapai US$ 215 juta dari nilai tahun 2019 sebesar US$ 141,60 juta.

20 April 2021

TERSOHOR