kabar

Pakistan pernah kirim delegasi ke Israel buat bahas normalisasi

"Israel adalah sebuah realitas, tidak bisa disangkal," ujar Maulana Muhammad Ajmal Qadri, salah satu ulama ikut dalam delegasi Pakistan berkunjung ke negara Zionis itu pada 1998.

27 Desember 2020 09:30

Pakistan pernah mengirim sebuah delegasi, termasuk sejumlah ulama, ke Israel untuk membahas normalisasi hubungan kedua negara. Ini terjadi pada 1998 saat Perdana Menteri Nawaz Syarif memerintah selama 1997-1999.

Kabar ini muncul di tengah lahirnya momentum normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab dan muslim. Sejak Agustus lalu, sudah empat negara Arab sepekat membina hubungan diplomatik dengan israel. Dimulai oleh Uni Emirat Arab, kemudian diikuti Bahrain, Sudan, dan Maroko. 

Salah satu ulama ikut dalam rombongan ke Israel itu adalah Maulana Muhammad Ajmal Qadri. Dia memberikan pengakuan secara terbuka Kamis lalu dan melansir beberapa foto dirinya ketika sedang berada di Israel dan Palestina, termasuk saat bertemu ikon perjuangan Palestina Yasir Arafat.

Menurut Ajmal Qadri, pengiriman delegasi Pakistan ke Israel itu dilakukan setelah Nawaz Syarif berkonsultasi dengan para pejabat militer. Delegasi Pakistan ini masuk ke Israel lewat Ibu Kota Amman, Yordania. Seperti biasa terhadap warga dari negara bependuduk mayoritas muslim, pihak imigrasi Israel memberikan secarik kertas untuk stempel imigrasi dan tidak dilakukan di paspor.

Dia mengakui Pakistan dan Israel sudah puluhan tahun menjalin hubungan dagang, politik, dan militer secara diam-diam.

Dalam pertemuan dengan para pejabat Israel, Ajmal Qadri mengungkapkan delegasi Pakistan menegaskan negara Asia Selatan ini tidak dapat membuka hubungan diplomatik dengan Israel kecuali negara Zionis itu dapat memastikan negara Palestina bisa terbentuk. Pihak Israel meminta Pakistan tidak membikin syarat untuk menjalin relasi resmi.

Sepulang dari israel, Ajmal Qadri menyarankan kepada Nawaz Syarif untuk membina hubungan diplomatik dengan Israel setelah menggelar dialog nasional. "Perdana Menteri Syarif sangat ingin mewujudkan hal itu tapi politik domestik menjadi penghalang," katanya.

Dia pun sependapat dengan Ketua Dewan Ideologi Islam Maulana Muhammad Khan Sherani, yakni Pakistan harus mengakui eksistensi negara Bintang Daud itu. "Israel adalah sebuah realitas, tidak bisa disangkal," ujarnya.

Sila baca: Ulama top Pakistan sebut Yerusalem hak bangsa Yahudi

 

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.





comments powered by Disqus