kabar

Israel terancam gempa mematikan pada 2057

Lindu terakhir berkekuatan 6,5 skala Richter terjadi pada 1927 dan menewaskan 250 orang.

28 Desember 2020 10:41

Para peneliti dari Universitas Tel Aviv, Israel, memperkirakan negara Zionis itu bersama Palestina, dan Yordania digoyang gempa mematikan berkekuatan 6,5 skala Richter pada 2057. 

Prediksi ditulis dalam hasil studi dilansir jurnal Science Advance. Riset ini mengkaji aspek geologis dari Laut Mati berumur 220 ribu tahun dengan cara mengebor dan mempelajari dasar laut itu. 

Hasilnya, para peneliti dari Universitas Tel Aviv itu menemukan lindu mematikan menggetarkan Israel dan sekitarnya saban 130-150 tahun. 

Gempa mematikan terakhir terjadi pada 1927 mengakubatkan ratusan orang luka dan kerusakan menimpa Ibu Kota Amman (Yordania), Yerusalem dan Bethlehem (Palestina), serta Jaffa di Israel. 

"Gempa itu juga menewaskan 250 orang di Yerusalem, Bethlehem, Amman, dan Jericho," kata Kepala the Porter School of Environmental and Earth Science di Universitas Tel Aviv Profesor Marco kepada Yediot Ahronot.

Dia menambahkan gempa berikutnya mengancam Israel akan menyebabkan korban meninggal bertambah 2-3 kali karena jumlah penduduk sudqh meningkat sebanyak itu. Belum lagi kerusakan infrastruktur dan bangunan. 

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Hizbullah gali terowongan dari Beirut hingga selatan Libanon

Jaringan terowongan Hizbullah dari Beirut ini berujung hingga tiga kilometer sebelum pagar batas dengan Israel.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.





comments powered by Disqus