kabar

Arab Saudi masih penjarakan ulama dengan semena-mena

Penangkapan terhadap para pengkritik kian gencar setelah Bin Salman menjadi putera mahkota.

29 Desember 2020 09:26

Tiga setengah tahun sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota, Arab Saudi masih menerapkan tangan besi terhadap orang-orang kritis terhadap penguasa, termasuk ulama. 

Organisasi non-pemerintah pemantau hak asasi manusia di Saudi, Prisoners Conscience, menyebutkan lusinan pemuka agama Islam di negara Kabah itu ditangkap dan ditahan tanpa melalui prosedur hukum sejak Bin Salman menjadi calon raja Saudi pada Juni 2017. 

Mereka ditahan termasuk imam Masjid Al-Haram dan tiga ulama tersohor, yakni Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Syekh Ali al-Umari. Mereka ditahan sedari September 2017. 

Ketiganya dianggap bagian dari Gerakan 15 September menyerukan kepada rakyat Saudi untuk turun ke jalan menuntut pemerintah mengurangi kemiskinan, meningkatkan hak perempuan, dan membebaskan tahanan politik. 

Ketiga ulama itu sudah disidang melalui pengadilan rahasia digelar di Ibu Kota Riyadh. Mereka telah dituntut hukuman mati dengan menggunakan pasal-pasal mengancam keamanan negara.  

Tahanan politik dipenjarakan sewenang-wenang ini termasuk anggota keluarga kerajaan, aktivis, wartawan, akademisi, perwira militer, dan pejabat. 

 

Ulama tersohor Arab Saudi, Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Saudi dituduh sengaja mau bunuh perlahan ulama tersohor dalam penjara

Sejak Pangeran Muhamnad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Saudi telah menahan lusinan ulama karena mengkritik kebijakan penguasa.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Ulama tersohor Saudi menjadi rabun dan agak tuli karena disiksa dan tidak dirawat selama dalam penjara

Syekh Salman ditangkap pada September 2019 lantaran mengkritik kebijakan Bin Salman memutus hubungan diplomatik dengan Qatar.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Batal divonis, dua ulama tersohor Saudi menjalani sidang dari awal lagi

Syekh Salman bareng Syekh Awad dan Dr. Ali al-Umari sebelumnya telah dituntut hukuman mati dan tinggal menunggu putusan. 

Ulama Arab Saudi Syekh Awad al-Qarni. (Twitter)

Ulama tersohor Arab Saudi diracuni obat dalam penjara

Pihak penjara sengaja memberikan obat keliru kepada Syekh Awad. Pemberian obat itu berakhir bulan lalu. 





comments powered by Disqus