kabar

Dibanding Indonesia, lebih mudah Arab Saudi untuk buka hubungan diplomatik dengan Israel

Sebagai negara kerajaan otoriter, tidak akan ada rakyat berani terang-terang menolak keputusan buat menjalin relasi resmi dengan Israel.

29 Desember 2020 13:10

Kedua negara sama-sama memiliki posisi bergengsi di kalangan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim. Karena itulah, Israel sejak lama kepincut ingin menjalin relasi resmi dengan kedua negara ini.

Namun dibanding Indonesia, lebih mudah Arab Saudi untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Situasi dan kondisi domestik Saudi sangat mendukung buat menormalisasi hubungan dengan negara Zionis itu. Saudi adalah negara kerajaan bersifat otoriter. Jadi apapun keputusan dibuat Raja Salman bin Abdul Aziz atau Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, kini pemimpin de facto, tidak ada rakyat di negara Kabah ini berani terang-terangan menolak. Apalagi sampai turun ke jalan untuk berdemonstrasi.

Sila baca: Lirik Kabah gamit Bintang Daud

Sejak Bin Salman merebut psisi mahkota dari abang sepupunya, Pangeran Muhammad bin Nayif, Saudi getol menangkapi para pengritik atau orang-orang dianggap menjadi ganjalan bagi Bin Salman menuju singgasana. Mulai dari aktivis, akademisi, wartawan, ulama, perwira militer, konglomerat, dan bahkan anggota keluarga kerajaan.

Selain itu, negara-negara muslim tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) selama ini juga bungkam terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Saudi. Tidak ada protes besar-besaran di Kedutaan Besar Saudi di negara-negara muslim mendesak pembebasan lusinan ulama ditahan semena-mena.

Kalau Perang Suriah mampu menggerakkan protes terhadap Suriah di beragam negara muslim dan lainnya, negara-negara muslim juga tutup mulut atas intervensi militer Saudi di Yaman telah membunuh lebih dari seratus ribu warga negara Saba itu.

Sila baca: Bin Salman takluk di negeri Saba

Israel dan Amerika Serikat juga sadar lebih gampang menggaet Saudi masuk dalam gerbong normalisasi ketimbang Indonesia. Karena itulah, sehabis penandatanganan Perjanjian Ibrahim pada 15 September antara Israel dan Uni Emirat Arab serta Bahrain, Presiden Amerika Donald Trump menyebut masih ada 9-10 negara muslim siap membina hubungan diplomatik dengan Israel, termasuk Saudi.

Apalagi Bin Salman sudah tiga kali mengadakan pertemuan rahasia dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yakni di Ibu KOta Tel Aviv, Israel (2017), Ibu Kota Amman, Yordania (2018), dan terakhir di Kota Neom, Arab Saudi (23 November 2020).

Sila baca: Netanyahu terbang ke Arab Saudi temui Bin Salman

Keyakinan Saudi bersedia membuka relasi resmi dengan Israel masih terasa di para pejabat teras negara Bintang daud itu. Bahkan diperkirakan paling lambat akhir tahun depan normalisasi Saudi-Israel terwujud.

Kalau sampai ini terjadi, Indonesia menjadi target utama Israel lainnya juga bisa luluh. Sebagai penguasa dua kota suci Makkah dan Madinah, sangat mudah bagi Saudi menekan negara-negara muslim lainnya untuk ikut bermesraan terang-terangan dengan Israel. Kuota haji menjadi salah satu alat penakan utama.

Tentu bukan perkara gampang untuk tegas menolak membuka hubungan diplomatik dengan Israel kalau Saudi mengancam memotong kuota haji bagi negara-negara muslim, seperti Indonesia pemilik kuota terbesar di dunia.

Sila baca:

Cuci tangan darah Mina

Berharap berkah kangkangi Kabah

 

Pejudo asal Israel Hershko Raz nengalahkan pejudo dari Arab Saudi Tahani al-Qahtani dalam babak 32 besar cabang judo putri kelas 78 kilogram ke atas di Olimpiade Tokyo, 30 Juli 2021. (Eurosport)

Relaksasi relasi Saudi-Israel lewat olahraga

Tahani kemarin bertarung dan kalah dari Hershko. Tapi dia menjadi atlet Saudi pertama bertanding menghadapi lawan dari Israel.

Surat kelahiran atas bayi bernama Rahel diterbitkan oleh Kementerian Dakam Negeri Arab Saudi. (Albamad.co/Supplied)

Dua warga Saudi namai bayinya dengan nama Yahudi

Dua warga Saudi menamai bayinya dengan nama Daniel dan Rahel.

Pejudo asal Israel Hershko Raz nengalahkan pejudo dari Arab Saudi Tahani al-Qahtani dalam babak 32 besar cabang judo putri kelas 78 kilogram ke atas di Olimpiade Tokyo, 30 Juli 2021. (Eurosport)

Pejudo Israel kalahkan pejudo Saudi

Tahani menjadi atlet Saudi pertama melawan atlet Israel.

Profesor Eitan Mor melakukan operasi pengambilan ginjal milik perempuan Israel bernama Shani Markowitz di Rumah Sakit Sheba Medical Center di Ramat Gan, Israel, pada 28 Juli 2021. Ginjal itu kemudian ditransplantasikan kepada ibu dari pendonor ginajl asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (Sheba Medical Center)

Saling donor ginjal UEA-Israel

Sedangkan pendonor wanita dari Abu Dhbai itu mendonasikan ginjalnya buat pasien wanita di Rumah Sakit Rambam Medical Center di Kota Haifa, Israel.





comments powered by Disqus