kabar

Iran mundur dari kesepakatan nuklir 2015

Namun pemerintah Iran siap bekerjasama dengan IAEA dan kembali ke kesepakatan nuklir 2015 kalau semua sanksi dicabut.

06 Januari 2020 00:18

Pemerintah Iran kemarin mengumumkan mundur dari semua kesepakatan nuklir dicapai dalam perundingan di Ibu Kota Wina, Austria, pada 2015.

Keputusan ini keluar setelah Dewan Keamanan Nasional menggelar pertemuan darurat membahas kebijakan nuklir Iran sehabis pembunuhan dilakukan Amerika Serikat terhadap komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani.

ulaimani bersama wakil pemimpin paramiliter PMF (Pasukan Mobilisasi Rakyat) Abu Mahdi al-Muhandis dan sepuluh orang lainnya tewas dalam serangan pesawat nirawak Amerika di Bandar Udara Baghdad Jumat pekan lalu.

"Republik Islam Iran akan mengakhiri pembatasan dalam kesepakatan nuklir, artinya pembatasan dalam jumlah sentrifugal. Sehingga program nuklir Iran akan tidak memiliki batasan dalam konteks produksi, termasuk kapasitas pengayaan, persentase, dan jumlah uranium dikayakan, serta riset dan pengembangan," kata pemerintah Iran melalui keterangan tertulis.

Namun pemerintah Iran siap bekerjasama dengan IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional) dan kembali ke kesepakatan nuklir 2015 kalau semua sanksi dicabut.

Amerika Serikat mundur dari kesepakatan nuklir 2015 pada Mei 2018, setahun setelah sanksi atas Iran dicabut.

Kaum Syiah di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, merayakan Hari Asyura, 19 Agustus 2021. (Albalad.co/Supplied)

Janji Taliban kepada mendiang Qasim Sulaimani untuk jaga keselamatan kaum Syiah di Afghanistan

Sebagai balasan, Iran menjanjikan dukungan dana dan teknis tidak terbatas bagi Taliban. Iran mengirim para perwira militernya untuk melatih dan memberi saran kepada para pejuang Taliban.

Kiri ke kanan: mantan Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel), bos baru Mossad David Barnea, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam acara pelantikan Barnea pada 1 Juni 2021. (Koby Gideon/GPO)

Bos baru Mossad akan lanjutkan misi bunuh ilmuwan dan serang fasilitas nuklir Iran

"Ancaman terbesar terhadap kami adalah ancaman nyata dari upaya Iran untuk mempersenjatai dirinya dengan senjata nuklir," ujar Netanyahu. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Direktur Mossad Yossi Cohen. (Chaim Tzach/GPO)

Biden bertemu direktur Mossad di Washington DC

Pertemuan itu dirahasiakan dan Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbincang dengan Menteri Luar Negeri Iran Muhammad Javad Zarif di kantornya di Jakarta, 19 April 2021. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

Iran puji sikap Indonesia soal isu nuklir Iran

Total perdagangan kedua negara tahun lalu meningkat 52 persen, yaitu mencapai US$ 215 juta dari nilai tahun 2019 sebesar US$ 141,60 juta.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Arab Saudi cabut kewajiban bermasker di ruang terbuka mulai Ahad

Aturan jaga jarak juga tidak berlaku lagi. Tempat-tempat umum, sarana transportasi, restoran, bioskop, mal, dan lokasi keramaian lainnya juga dizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh.

15 Oktober 2021

TERSOHOR