kabar

Pesawat Boeing terkena peluru kendali Iran sebelum jatuh

Teheran tidak akan menyerahkan kotak hitam pesawat kepada Boeing atau pihak berwenang Amerika.

10 Januari 2020 22:29

Rekaman video amatir beredar di media sosial menunjukkan sebuah peluru kendali menghantam pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Ukraine International Airlines beberapa menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Imam Khomeini di Ibu Kota Teheran, Iran, Rabu pagi lalu.

Peluru kendali itulah diduga sebagai penyebab jatuhnya pesawat tujuh Ibu Kota Kiev, Ukraina, itu. Kejadian ini menewaskan 176 orang, termasuk sembilan kru.

Pesawat nahas ini memang tidak meledak tapi terbakar di ketinggian delapan ribu kaki. Pilot berusaha balik ke Bandar Udara Imam Khomeini namun malah jatuh.

Seorang saksi bilang kepada the Independent, dirinya melihat bagaimana peluru kendali itu mengenai pesawat Ukraine International Airlines dan menimbulkan api. Pesawat ini masih sempat terbang 1-2 menit sebelumnya akhirnya jatuh.

"Saya ketakutan, saya pikir perang sudah meletup, saya kira Amerika sudah menyerang," kata saksi tinggal di Parand, kota tidak jauh dari Bandar Udara Imam Khomeini. Dia menolak ditulis namanya demi alasan keamanan. "Saya akhirnya mengetahui pesawat itu kemudian jatuh."

Kecelakaan pesawat ini terjadi tidak lama setelah Iran menembakkan puluhan peluru kendali ke arah dua markas pasukan Amerika Serikat di Irak, yakni pangkalan udara Ain al-Assad di Provinsi Anbar dan fasilitas militer di Kota Irbil. Serangan ini sebagai balasan atas kematian komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani Jumat pekan lalu oleh pesawat nirawak Amerika di bandar Udara Baghdad, Irak.

Seorang pejabat Pentagon (Departemen Pertahanan Amerika) dan satu pejabat intelijen Amerika mengungkapkan Iran secara tidak sengaja menembakkan peluru kendali antipesawat dan mengenai Boeing 737-800 itu.

Namun Iran membantah dugaan ini. Hasil penyelidikan awal oleh tim dari Iran menyimpulkan musibah terjadi karena pesawat mengalami gangguan teknis. Teheran menegaskan tidak akan menyerahkan kotak hitam pesawat kepada Boeing atau pihak berwenang Amerika.

Kiri ke kanan: Presiden Libanon Rafiq Hariri, Raja Maroko Muhammad bin Hasan, dan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Prancis. (Twitter/@moaidmahjoub)

Pelayan istana curi 36 jam tangan mewah milik raja Maroko

Salah satu koleksi Raja Muhammad adalah jam tangan Philippe Patek seharga Rp 16,3 miliar.

Delegasi muslim dipimpin Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa, ulama asal Arab Saudi, mengunjungi Kamp Auschwitz di Polandia, 23 Januari 2020. (Twitter)

Ulama Saudi menolak diwawancarai media Israel saat berziarah ke Kamp Auschwitz

Lawatan Syekh Muhammad al-Isa itu berlangsung saat Arab Saudi sedang mempromosikan perubahan dari wajah Wahabi kaku dan keras menjadi Islam moderat.

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa, ulama asal Arab Saudi sekaligus Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, memimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai pasukan Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua saat melawat ke Kamp Auschwitz di Polandia, 23 Januari 2020. (Twitter)

Ulama Saudi pimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai Nazi

Hubungan Saudi-Israel makin mesra setelah Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman curi data dalam telepon seluler Jeff Bezos

Sehabis membuka link video kiriman Bin Salman itulah, semua data dalam telepon pintar Bezos tersedot.





comments powered by Disqus