kabar

Sultan Oman wafat

Pada Oktober 2011, Sultan Qabus - tidak mempunyai anak dan saudara kandung lelaki - mengubah proses suksesi. Namun dia belum mengumumkan siapa calon raja Oman berikutnya.

11 Januari 2020 09:35

Penguasa kerajaan Oman, Sultan Qabus bin Said wafat semalam, seperti dilansir stasiun televisi dan antor berita pemerintah.

Pihak istana sudah menetapkan masa berkabung selama tiga hari dan menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang di seantero negeri untuk 40 hari.

Keluarga kerajaan Oman memiliki waktu 72 jam untuk memutuskan pengganti dari mendiang pemimpin berumur 79 tahun.

Sultan Qabus, penguasa kerajaan paling lama di dunia Arab, naik takhta paa 1970, setelah melancarkan kudeta tidak berdarah terhadap ayahnya. Sejak berkuasa, dia berhasil mengubah Oman, negara terisolir dan hanya memiliki sangat sedikit infrastruktur menjadi negeri modern.

Namun sejak menderita kanker Sultan Qabus jarang tampil di depan publik. Dia baru-baru ini pulang ke Ibu Kota Muskat setelah menjalani perawatan di Belgia dan Jerman.

Pada Oktober 2011, Sultan Qabus - tidak mempunyai anak dan saudara kandung lelaki - mengubah proses suksesi. Namun dia belum mengumumkan siapa calon raja Oman berikutnya.

Sultan Qabus telah membentuk sebuah dewan berisi lima pejabat tinggi akan mengatur prosesi pemilihan sultan Oman selanjutnya kalau terjadi perselisihan dalam keluarga kerajaan.

Sesuai hukum berlaku di Oman, jika keluarga kerajaan gagal menyetujui seorang calon raja, maka posisi itu akan jatuh ke tangan seseorang, namanya sudah ditulis dalam dua surat tertutup oleh Sultan Qabus.

Kiri ke kanan: Presiden Libanon Rafiq Hariri, Raja Maroko Muhammad bin Hasan, dan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Prancis. (Twitter/@moaidmahjoub)

Pelayan istana curi 36 jam tangan mewah milik raja Maroko

Salah satu koleksi Raja Muhammad adalah jam tangan Philippe Patek seharga Rp 16,3 miliar.

Delegasi muslim dipimpin Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa, ulama asal Arab Saudi, mengunjungi Kamp Auschwitz di Polandia, 23 Januari 2020. (Twitter)

Ulama Saudi menolak diwawancarai media Israel saat berziarah ke Kamp Auschwitz

Lawatan Syekh Muhammad al-Isa itu berlangsung saat Arab Saudi sedang mempromosikan perubahan dari wajah Wahabi kaku dan keras menjadi Islam moderat.

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa, ulama asal Arab Saudi sekaligus Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, memimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai pasukan Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua saat melawat ke Kamp Auschwitz di Polandia, 23 Januari 2020. (Twitter)

Ulama Saudi pimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai Nazi

Hubungan Saudi-Israel makin mesra setelah Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman curi data dalam telepon seluler Jeff Bezos

Sehabis membuka link video kiriman Bin Salman itulah, semua data dalam telepon pintar Bezos tersedot.





comments powered by Disqus