kabar

Iran akui tidak sengaja tembak jatuh pesawat penumpang Ukraina

"Penyelidikan berlanjut untuk menemukan orang-orang bertanggung jawab dan mengadili mereka atas kesalahan tidak bisa dimaafkan ini," Rouhani.

11 Januari 2020 15:18

Militer Iran hari ini mengakui tidak sengaja menembak jatuh pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Ukraine International Airlines. Insiden pada Rabu lalu ini menewaskan 176 orang, termasuk sembilan kru. 

Militer Iran menyebutkan pesawat nahas itu terbang mendekati sebuah kawasan militer sensitif, apalagi negara Mullah itu sedang dalam kesiapsiagaan tingkat tinggi menyusulnya naik ketegangan antara Iran dan Amerika. 

"Dalam kondisi seperti itu, karena kesalahan manusia dan tidak disengaja, pesawat itu terkena tembakan peluru kendali," kata militer Iran melalui keterangan tertulis. Militer menyampaikan permohonan maaf dan akan memperbaiki sistem buat mencegah tragedi terulang. 

Beberapa jam sebelum pesawat itu lepas landas dari Bandar Udara Imam Khomeini di Ibu Kota Teheran, Iran menembakkan puluhan peluru kendali ke arah dua markas pasukan Amerika Serikat di Irak, pangkalan udara Ain al-Assad di Provinsi Anbar dan fasilitas militer di Irbil. 

Serbuan ini sebagai alasan atas pembunuhan komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani oleh Amerika di Baghdad Jumat pekan lalu. 

Presiden Iran Hasan Rouhani mengaku sangat menyesali kesalahan mengerikan itu bisa terjadi. "Penyelidikan berlanjut untuk menemukan orang-orang bertanggung jawab dan mengadili mereka atas kesalahan tidak bisa dimaafkan ini," ujarnya. 

Hasil investigasi awal sebelumnya menyebutkan pesawat Ukraina itu jatuh karena mengalami gangguan teknis. Teheran menegaskan tidak bakal menyerahkan kotak hitam pesawat ke Boeing atau tim berwenang di Amerika. 

 

 

 

Kiri ke kanan: Presiden Libanon Rafiq Hariri, Raja Maroko Muhammad bin Hasan, dan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Prancis. (Twitter/@moaidmahjoub)

Pelayan istana curi 36 jam tangan mewah milik raja Maroko

Salah satu koleksi Raja Muhammad adalah jam tangan Philippe Patek seharga Rp 16,3 miliar.

Delegasi muslim dipimpin Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa, ulama asal Arab Saudi, mengunjungi Kamp Auschwitz di Polandia, 23 Januari 2020. (Twitter)

Ulama Saudi menolak diwawancarai media Israel saat berziarah ke Kamp Auschwitz

Lawatan Syekh Muhammad al-Isa itu berlangsung saat Arab Saudi sedang mempromosikan perubahan dari wajah Wahabi kaku dan keras menjadi Islam moderat.

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa, ulama asal Arab Saudi sekaligus Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, memimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai pasukan Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua saat melawat ke Kamp Auschwitz di Polandia, 23 Januari 2020. (Twitter)

Ulama Saudi pimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai Nazi

Hubungan Saudi-Israel makin mesra setelah Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman curi data dalam telepon seluler Jeff Bezos

Sehabis membuka link video kiriman Bin Salman itulah, semua data dalam telepon pintar Bezos tersedot.





comments powered by Disqus