kabar

Bin Zayid bilang paham Wahabi di Arab Saudi mengerikan

Namun dia juga kuatir rezim pengganti di Saudi juga akan menjadi sebuah negara otoriter dan berpaham Wahabi seperti ISIS

12 Januari 2020 16:19

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid mengungkapkan kecemasannya terhadap keluarga kerajaan Arab Saudi.

Dalam sebuah telegram baru dilansir WikiLeaks, juga diterbitkan oleh surat kabar the New York Times, Bin Zayid memberitahu Duta Besar Amerika Serikat James Jeffrey: dirinya takut dengan paham Wahabi di Saudi dan ingin melenyapkan rezim Bani Saud berkuasa saat ini.

Namun dia juga kuatir rezim pengganti di Saudi juga akan menjadi sebuah negara otoriter dan berpaham Wahabi seperti ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). "Siapa saja mengganti Bani Saud akan menjadi mimpi buruk (bagi kita semua)," kata Bin Zayid.

Bin Zayid menilai Putera Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman tidak sabar melakukan reformasi untuk mengurangi pengaruh paham Wahabi ekstrem.

Mahyor Jenderal Abdul Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Netanyahu dan Bin Salman sepakat Raja Salman penghalang normalisasi hubungan Saudi-Israel

Kerjasama Saudi-Israel untuk menghadapi Iran dan di bidang perdagangan bakal meningkat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Netanyahu melawat ke UEA dan Bahrain bulan depan

Bahrain telah meminta Netanyahu menunda kunjungannya karena ingin lawatan itu sekalian dengan ke UEA.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid menerima kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Twitter)

Peraih Nobel Perdamaian asal Inggris nominasikan Bin Zayid dan Netanyahu buat Nobel Perdamaian 2021

Lord David Trimble bareng John Hume pada 1998 menerima Nobel Perdamaian atas upaya mereka mengakhiri konflik Inggris-Irlandia Utara.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah, Arab Saudi, mengantar pulang MR, bocah tujuh tahun ditelantarkan orang tuanya sejak dilahirkan. Dia tiba di Jakarta pada 24 November 2020. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah antar pulang bocah ditelantarkan orang tuanya ke Indonesia

Ibunya dideportasi karena melanggar aturan imigrasi Saudi.





comments powered by Disqus