kabar

Bin Zayid bilang paham Wahabi di Arab Saudi mengerikan

Namun dia juga kuatir rezim pengganti di Saudi juga akan menjadi sebuah negara otoriter dan berpaham Wahabi seperti ISIS

12 Januari 2020 23:19

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid mengungkapkan kecemasannya terhadap keluarga kerajaan Arab Saudi.

Dalam sebuah telegram baru dilansir WikiLeaks, juga diterbitkan oleh surat kabar the New York Times, Bin Zayid memberitahu Duta Besar Amerika Serikat James Jeffrey: dirinya takut dengan paham Wahabi di Saudi dan ingin melenyapkan rezim Bani Saud berkuasa saat ini.

Namun dia juga kuatir rezim pengganti di Saudi juga akan menjadi sebuah negara otoriter dan berpaham Wahabi seperti ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). "Siapa saja mengganti Bani Saud akan menjadi mimpi buruk (bagi kita semua)," kata Bin Zayid.

Bin Zayid menilai Putera Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman tidak sabar melakukan reformasi untuk mengurangi pengaruh paham Wahabi ekstrem.

Kiri ke kanan: Presiden Libanon Rafiq Hariri, Raja Maroko Muhammad bin Hasan, dan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Prancis. (Twitter/@moaidmahjoub)

Pelayan istana curi 36 jam tangan mewah milik raja Maroko

Salah satu koleksi Raja Muhammad adalah jam tangan Philippe Patek seharga Rp 16,3 miliar.

Delegasi muslim dipimpin Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa, ulama asal Arab Saudi, mengunjungi Kamp Auschwitz di Polandia, 23 Januari 2020. (Twitter)

Ulama Saudi menolak diwawancarai media Israel saat berziarah ke Kamp Auschwitz

Lawatan Syekh Muhammad al-Isa itu berlangsung saat Arab Saudi sedang mempromosikan perubahan dari wajah Wahabi kaku dan keras menjadi Islam moderat.

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa, ulama asal Arab Saudi sekaligus Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, memimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai pasukan Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua saat melawat ke Kamp Auschwitz di Polandia, 23 Januari 2020. (Twitter)

Ulama Saudi pimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai Nazi

Hubungan Saudi-Israel makin mesra setelah Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman curi data dalam telepon seluler Jeff Bezos

Sehabis membuka link video kiriman Bin Salman itulah, semua data dalam telepon pintar Bezos tersedot.





comments powered by Disqus