kabar

Bin Zayid bilang paham Wahabi di Arab Saudi mengerikan

Namun dia juga kuatir rezim pengganti di Saudi juga akan menjadi sebuah negara otoriter dan berpaham Wahabi seperti ISIS

12 Januari 2020 23:19

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid mengungkapkan kecemasannya terhadap keluarga kerajaan Arab Saudi.

Dalam sebuah telegram baru dilansir WikiLeaks, juga diterbitkan oleh surat kabar the New York Times, Bin Zayid memberitahu Duta Besar Amerika Serikat James Jeffrey: dirinya takut dengan paham Wahabi di Saudi dan ingin melenyapkan rezim Bani Saud berkuasa saat ini.

Namun dia juga kuatir rezim pengganti di Saudi juga akan menjadi sebuah negara otoriter dan berpaham Wahabi seperti ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). "Siapa saja mengganti Bani Saud akan menjadi mimpi buruk (bagi kita semua)," kata Bin Zayid.

Bin Zayid menilai Putera Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman tidak sabar melakukan reformasi untuk mengurangi pengaruh paham Wahabi ekstrem.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma pada 1 Maret 2017. Dia disambut oleh Presiden Joko Widodo. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman tidak pernah muncul di depan publik sejak dua hari sebelum Idul Adha

"Rekaman video Raja Salman meninggalkan rumah sakit pada hari Arafah adalah kunjungan sebelumnya ke dokter spesialis," kata sumber Albalad.co

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Korban meninggal karena Covid-19 di Saudi tembus tiga ribu orang

Penderita Covid-19 di Makkah meningkat menjadi 29.246 orang, termasuk 546 meninggal.

Polisi perempuan Libanon di Kota Brummana bercelana pendek buat menggaet lebih banyak turis asing datang. (Screengrab)

Satu perempuan Bali luka ringan akibat ledakan di Beirut

Ni Nengah Erawati bekerja di sebuah spa Bali kawasan Jal al-Dib.

Aparat keamanan Libanon. (Al-Arabiya/Supplied)

Tidak ada warga Indonesia jadi korban dalam ledakan hebat di Beirut

Kementerian Kesehatan Libanon mengungkapkan setidaknya 78 orang tewas dan empat ribu lainnya cedera.





comments powered by Disqus