kabar

Mossad terlibat pembunuhan Jenderal Sulaimani

Mike Pompeo telah memberitahu rencana buat menghabisi Sulaimani sebelum misi itu dilaksanakan. Dia menelepon Netanyahu dua hari sebelum kejadian.

13 Januari 2020 03:18

Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) terlibat dalam pembunuhan komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani.

Mengutip dua sumber mengetahui langsung operasi pembunuhan Sulaimani, NBC News melaporkan Jumat pekan lalu, Mossad memberitahu informasi kunci mengenai Sulaimani sehingga menguatkan informasi dari para intel Amerika Serikat: Sulaimani akan terbang tengah malam dari Bandar Udara Damaskus (Suriah) menuju Bandar Udara Baghdad (Irak).

Tiga pesawat nirawak sudah bersiaga di atas Bandar Udara Baghdad menembakkan empat peluru kendali Heffire menewaskan Sulaimani dan wakil pemimpin paramiliter PMF (Pasukan Mobilisasi Rakyat) Abu Mahdi al-Muhandis.

Menurut laporan media Israel, Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo telah memberitahu rencana buat menghabisi Sulaimani sebelum misi itu dilaksanakan. Dia menelepon Netanyahu dua hari sebelum kejadian.

Besok paginya, 2 Januari, sebelum bertolak ke Ibu Kota Athena, Yunani, Netanyahu menyinggung bakal ada kejadian besar di kawasan Timur Tengah. "Kita sadar kawasan kitanini bergolak. Sesuatu hal sangat-sangat dramatis akan terjadi," katanya kepada wartawan di Bandar Udara Ben Gurion, Ibu Kota Tel Aviv. "Kami bersiaga dan memantau perkembangan situasi."

Jumat dini hari pekan lalu, apa yang diindikasikan Netanyahu terjadi. Ketegangan Iran-Amerika, naik drstis setelah Sulaimani dibunuh.

Ron Arad, pilot pesawat tempur Israel hilang dalam misi di Libanon pada 1986. (Israel Air Force)

Mossad ambil DNA dari satu mayat di Libanon

Pengambilan sampel DNA itu dilakukan di Desa Syith, utara Libanon.

Kaum Syiah di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, merayakan Hari Asyura, 19 Agustus 2021. (Albalad.co/Supplied)

Janji Taliban kepada mendiang Qasim Sulaimani untuk jaga keselamatan kaum Syiah di Afghanistan

Sebagai balasan, Iran menjanjikan dukungan dana dan teknis tidak terbatas bagi Taliban. Iran mengirim para perwira militernya untuk melatih dan memberi saran kepada para pejuang Taliban.

Eyal Hulata, mantan pejabat Mossad akan menjabat penasihat keamanan nasional Israel mulai 15 Agustus 2021. (Courtesy)

Kabinet Israel setujui penunjukan Eyal Hulata sebagai penasihat keamanan nasional

Hulata termasuk dari sedikit pejabat Israel mendukung kesepakatan soal nuklir Iran. 





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Arab Saudi cabut kewajiban bermasker di ruang terbuka mulai Ahad

Aturan jaga jarak juga tidak berlaku lagi. Tempat-tempat umum, sarana transportasi, restoran, bioskop, mal, dan lokasi keramaian lainnya juga dizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh.

15 Oktober 2021

TERSOHOR