kabar

Video terbaru tunjukkan pesawat Ukraina terkena dua peluru kendali Iran

Iran kemarin bilang telah menangkap orang-orang terlibat dalam insiden jatuhnya pesawat Ukraina, namun tidak mengumumkan jumlah dan identitas mereka.

15 Januari 2020 14:32

Rekaman video paling baru disebarluaskan di media sosial memperlihatkan terdapat dua peluru kendali menghantam pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Ukraine International Airlines. 

Insiden menimpa pesawat dalam penerbangan dari Ibu Kota Teheran, Iran, menuju Ibu Kota Kiev, Ukraina, Rabu pekan lalu itu, menewaskan 176 orang, termasuk sembilan kru. 

Surat kabar the New York Times telah memverifikasi keaslian video itu. Jeda antara kedua peluru kendali itu 30 detik. Pesawat bernomor penerbangan 752 ini sempat terbang beberapa menit sebelum jatuh dan meledak. 

Iran tadinya membantah pesawat Ukraina itu kecelakaan karena kesalahan teknis. Namun Sabtu pekan lalu, Presiden Iran Hasan Rouhani dan Garda Republik Islam Iran mengakui pesawat nahas itu jatuh karena kesalahan manusia. 

Iran kemarin bilang telah menangkap orang-orang terlibat dalam insiden jatuhnya pesawat Ukraina, namun tidak mengumumkan jumlah dan identitas mereka.

Teheran juga sudah menahan orang merekam video penembakan peluru kendali Iran terhadap pesawat Ukraina. 

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar dalam pembicaraan buat normalisasi hubungan dengan Israel

Amerika ingin semua negara Arab Teluk membina ikatan resmi dengan Israel.

Emir Kuwait Syekh Sabah al-Ahmad as-Sabah. (thepeninsulaqatar.com)

Trump sebut Kuwait segera normalisasi hubungan dengan Israel

Setidaknya dua negara Arab akan menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan Israel paling lambat Januari tahun depan.

Arab Saudi (Wikipedia)

16 ribu imigran asal Ethiopia ditahan di Arab Saudi dalam keadaan mengenaskan

Mereka disiksa, jarang dikasih makan, ruang penahanan sempit dan tidak berjendela, sanitasi buruk. Banyak yang bunuh diri karena tidak tahan diperlakukan semena-mena.

Syekh Khalifah bin Zayid an-Nahyan, Emir Abu Dhabi sekaligus Presiden Uni Emirat Arab. (Gulf News Journal)

UEA berencana buka kedutaan di Tel Aviv akhir tahun ini

UEA dijadwalkan meresmikan kedutaannya di Tel Aviv 3-5 bulan setelah penandatanganan kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel.





comments powered by Disqus