kabar

Mahathir sebut pembunuhan Sulaimani sebengis pembunuhan Khashoggi

Bin Salman diyakini terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

16 Januari 2020 22:27

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad Selasa lalu menyebut pembunuhan terhadap komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani sama bengisnya dengan pembunuhan atas kolumnis surat kabar the Washington Post, Jamal Khashoggi.

"kedua pembunuhan itu melewati batas, melanggar hukum, dan perbuatan tidak bermoral," kata Mahathir dalam jumpa pers di Putera Jaya, Malaysia. Dia menambahkan dunia sudah tidak aman lagi. Alasannya, kalau seseorang merasa dihina atau tidak sukadikritik, maka dia bissa mengirim pesawat nirawak untuk menembak mati orang itu.

Di akun Twitternya, lelaki 95 tahun ini menulis Sulaimani dihabisi oleh orang-orang membunuh Khashoggi. "Apakah ada perbedaan antara pembunuhan Sulaimani dan Khashoggi?"

Pesawat nirawak Amerika Serikat pada 3 Januari lalu menembakkan peluru kendali ke arah mobil ditumpangi Sulaimani di sekitar Bandar Udara Baghdad, Irak. Insiden ini menewaskan 12 orang, termasuk Sulaimani dan wakil pemimpin paramiliter PMF (Pasukan Mobilisasi Rakyat) Abu Mahdi al-Muhandis.

Kejadian itu memicu ketegangan antara Iran dan Amerika. Negara Mullah itu Rabu pekan lalu membalas dengan menembakkan puluhan peluru kendali ke markas pasukan Amerika di Irak, yakni pangkalan udara Ain al-Assad di Provinsi Anbar dan fasilitas militer di Irbil.

Sedangkan Khashoggi dihabisi oleh 15 warga Arab Saudi, termasuk tujuh pengawal pribadi Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, di dalam kantor Konsulat Saudi di Kota Istanbul Turki, 2 Oktober 2018. Riyadh mulanya membantah namun akhirnya mengakui pembunuhan itu direncanakan. Mayat Khashoggi dimutilasi namun sampai kini Saudi menyembunyikan keberadaan potongan tubuh warganya itu.

Turki, Kongres Amerika, CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika), dan penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa menyimpulkan Bin Salman memerintahkan pembunuhan itu. Tapi dalam pengadilan berjalan secara rahasia, hanya delapan orang dihukum, termasuk lima terdakwa divonis hukuman mati.

Tapi mantan penasihat Bin Salman, Saud al-Qahtani, bekas wakil kepala bandan intelijen Brigadir Jenderal Ahmad as-Sirri, dan eks Konsul Jenderal saudi di Istanbul Muhammad al-Utaibi bebas dari dakwaan.

Mahathir bulan lalu menggelar konferensi tingkat tinggi Islam di Kuala Lumpur, dihadiri Presiden Turki recep Tayyip Erdogan, Presiden Iran Hasan Rouhani, dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. Pertemuan tingkat tinggi ini membahas beragam persoalan di negara-negara muslim, termasuk isu Palestina, Rohingya di Myanmar, dan Uighur di Cina.

Saudi murka dan menekan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan akhirnya batal datang. Riyadh menyebut konferensi itu buat menandingi Organisasi Konferensi Islam (OKI).

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi izinkan Netflix tayangkan pornografi asal tidak kritik Bin Salman

Netflix terpaksa menghapus sebuah episode dalam tayangan Patriot Act mengkritik Bin Salman karena ditekan pemerintah Saudi.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Hukuman mati dianulir, Saudi vonis lima terdakwa kasus pembunuhan Khashoggi dengan 20 tahun penjara

Saudi mulanya menyangkal telah membunuh Khashoggi, namun Bin Salman akhirnya mengaku bertanggung jawab meski tidak dijadikan tersangka.

Wartawan Jamal Khashoggi. (Twitter/mercan_resifi)

Inggris kenakan sanksi atas 20 warga Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi

Mereka terkena sanksi termasuk dua orang dekat Bin Salman.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Turki mulai adili 20 warga Saudi secara in absentia dalam kasus pembunuhan Khashoggi

"Mereka meminta saya menyalakan tandoor (oven). Mereka kelihatan panik saat itu," kata Zeki Demir.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

24 September 2020

TERSOHOR