kabar

Menteri Saudi terima kunjungan rabbi

Rabbi Schneier mengungkapkan kegirangannya bisa merayakan Shabbat di Saudi untuk pertama kali.

20 Januari 2020 11:30

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Kamis pekan lalu menerima kunjungan Rabbi Marc Schneier asal New York, Amerika Serikat, di kantornya di Ibu Kota Riyadh seperti dilansir Kementerian Luar Negeri Saudi melalui akun Twitternya.

Rabbi Schneier adalah pendiri FFEU (Yayasan untuk Pemahaman Etnis), lembaga mengkampanyekan persaudaraan antara kaum muslim dan Yahudi di seluruh dunia. 

Tidak ada penjelasan apa saja dibahas kedua tokoh itu dalam pertemuan. Hanya saja Rabbi Schneier mengungkapkan kegirangannya bisa merayakan Shabbat di Saudi untuk pertama kali. "Pengalaman unik merayakan Shabbat di Arab Saudi," katanya dengan latar Hotel Ritz Carlton di Riyadh.  

Pertemuan Pangeran Faisal dan Rabbi Schneier berlangsung saat hubungan Saudi-Israel kian mesra. Sejak Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman meluncurkan Visi 2030, negara Kabah itu mulai membuka diri, termasuk menerima pelancong asing dari Israel. 

Selama ini warga asing non-muslim di Saudi hanya bisa beribadah diam-diam. Impor perlengkapan ibadah non-Islam dilarang. 

Pada lawatannya ke New York pada 2018, Bin Salman bertemu para pemimpin Yahudi di Amerika, termasuk tiga rabbi.

Tapi itu bukan kali pertama pangeran Saudi bertemu rabbi. Mendiang Raja Abdulkah bin Abdul Aziz beberapa kali berpose dengan Rabbi Schneier, pernah ditunjuk dalam konferensi lintas agama internasional digelar Saudi.

 

 

Revital, putri dari seorang rabbi, berpose di depan altar Sinagoge Zargariyan di Ibu Kota Teheran, Iran, 2 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

20 persen warga Eropa percaya organisasi Yahudi rahasia mengatur isu politik dan ekonomi global

Seperlima warga Eropa juga percaya orang-orang Yahudi telah memanfaatkan isu Holocaust untuk kepentingan mereka sendiri. 

Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi. (Twitter)

Wakil menteri kesehatan Iran terinfeksi virus corona

Virus Covid-19 telah menginfeksi 95 orang di Iran, termasuk 15 orang meninggal. 

Kompleks makam Imam Ali Rida di Kota Masyhad, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Virus corona sasar peziarah Syiah

Di kawasan Timur Tengah, virus Covid-19 telah menyebar ke Iran, Irak, Mesir, Israel, Libanon, Bahrain, Kuwait, dan Oman. 

Virus corona serbu Timur Tengah. (Middle East Eye)

50 orang di Qom meninggal akibat virus corona

Versi pemerintah Iran, 12 orang meninggal.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

20 persen warga Eropa percaya organisasi Yahudi rahasia mengatur isu politik dan ekonomi global

Seperlima warga Eropa juga percaya orang-orang Yahudi telah memanfaatkan isu Holocaust untuk kepentingan mereka sendiri. 

26 Februari 2020

TERSOHOR