kabar

Anak Raja Salman curi data dalam telepon seluler Jeff Bezos

Sehabis membuka link video kiriman Bin Salman itulah, semua data dalam telepon pintar Bezos tersedot.

22 Januari 2020 18:07

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman diyakini telah meretas telepon seluler milik orang terkaya sejagat, Jeff Bezos, dan mencuri banyak data tersimpan di dalamnya, seperti dilansir surat kabar the Guardian mengutip sejumlah sumber mengetahui penyelidikan kasus pembobolan telepon Bezos itu. 

Telepon seluler kepunyaan lelaki 56 tahun berharta US$ 116,7 miliar (kini setara Rp 1.595 triliun) bulan ini versi majalah Forbes diretas setelah membuka link video dikirim oleh Bin Salman melalui WhatsApp.

Bezos - bernama lengkap Jeffrey Preston Jorgensen - saling bertukar kabar dengan anak dari Raja Salman bin Abdul Aziz itu melalui WhatsApp pada 1 Mei 2018. Sehabis membuka link video kiriman Bin Salman itulah, semua data dalam telepon pintar Bezos tersedot. 

Bin Salman memiliki alasan kuat untuk membobol data dalam telepon Bezos. CEO Amazon itu adalah pemilik surat kabar the Washington Post. Melalui koran inilah, wartawan Janal Khashoggi getol mengkritik sekaligus mengecam berbagai kebijakan Bin Salman sejak dia pindah ke Amerika Serikat pada 2017, termasuk soal Perang Yaman, blokade terhadap Qatar, dan penangkapan para pembangkang. 

Bersama media Turki, the Washington Post menguliti keterlibatan Bin Salman dalam pembunuhan Khashoggi, dilakukan pada 2 Oktober 2018 di dalam kantor Konsulat Saudi di Kota Istanbul, Turki. Eksekutornya adalah sebuah tim beranggotakan 15 warga Saudi, termasuk tujuh pengawal pribadi Bin Salman. 

Turki, Kongres Amerika, CIA, dan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa soal pembunuhan ekstra yudisial Agnes Callamard menyimpulkan berasal dari Bin Salman. 

Bezos kemudian membentuk tim investigasi berisi para ahli forensik digital dan mulai menyelidiki dugaan peretasan telepon selulernya oleh pangeran berumur 35 tahun itu pada Januari tahun lalu, setelah the National Enquirer kasus perselingkuhannya. 

Dia lalu menulis di Medium.com, menuding American Media Incorporation (AMI), perusahaan induk dari the National Enquirer, berusaha memeras dia karena mengancam merilis foto-foto telanjang dirinya. 

"Tentu saja saya tidak mau foto-foto pribadi saya dipublikasikan," tulis Bezos waktu itu. "Tapi saya juga tidak mau menjadi korban pemerasan mereka."

AMI membantah ingin memeras Bezos dan mengklaim reporter mereka memperoleh data tentang persingkuhan Bezos dari saudara kandung lelakinya. 

Tapi David de Becker, kepala pengawal pribadi Bezos,  Maret tahun lalu mengatakan hasil investigasi interbal menemukan pemimpin Saudi itu mempunyai akses ke telepon seluler Bezos. CEO AMI David Pecker juga berhubungan akrab dengan Bin Salman.

Seorang pengacara Bezos menolak mengomentari laporan the Guardian itu. "Saya tidak bisa berkomentar kecuali mengarakan Tuan Bezos bekerjasana dalam penyelidikan ini," ujarnya. 

Melalui Twitter, Kedutaan Besar Saudi di Washington DC menekankan laporan the Guardian itu tidak jelas.

 

 

 

 

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi izinkan Netflix tayangkan pornografi asal tidak kritik Bin Salman

Netflix terpaksa menghapus sebuah episode dalam tayangan Patriot Act mengkritik Bin Salman karena ditekan pemerintah Saudi.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Hukuman mati dianulir, Saudi vonis lima terdakwa kasus pembunuhan Khashoggi dengan 20 tahun penjara

Saudi mulanya menyangkal telah membunuh Khashoggi, namun Bin Salman akhirnya mengaku bertanggung jawab meski tidak dijadikan tersangka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Bandar al-Galud)

Bin Salman dijadwalkan ke Indonesia bulan ini

Rencana kunjungan Bin Salman ini muncul di tengah makin mesra serta terbukanya hubungan negara-negara Arab dan muslim dengan Israel.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap dua pangeran Saudi dengan tuduhan korupsi

Raja Salman telah memecat komandan pasukan koalisi di Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz dan putranya, Wakil Gubernur Provinsi Al-Jauf Pangeran Abdul Aziz bin Fahad bin Turki, dari jabatannya.





comments powered by Disqus