kabar

Dua warga Indonesia dituduh tipu puteri kerajaan Saudi senilai Rp 512 miliar

Kedua tersangka berkenalan dengan Puteri Luluah melalui obrolan via Internet pada 2009, dilanjutkan dengan pertemuan di Malaysia.

30 Januari 2020 14:10

Puteri Luluah binti Muhammad bin Abdullah as-Saud melaporkan dugaan penipuan dan/atau pencucian uang dan/atau penggelapan dengan kerugian sekitar Rp 512 miliar.

"Kerugian ditaksir Rp 512 miliar atau setengah triliun lebih," kata Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian Republik Indonesia Brigadir Jenderal Ferdy Sambo saat dihubungi Albalad.co melalui telepon WhatsApp hari ini.

Dia menambahkan dugaan penipuan itu dilaporkan oleh pihak kuasa hukum Puteri Luluah pada Mei 2019. Pihak yang dilaporkan adalah dua warga negara Indonesia berinisial EMC alias Evie dan EAH alias Eka. Keduanya berkenalan dengan Puteri Luluah melalui obrolan via Internet pada 2009, dilanjutkan dengan pertemuan di Malaysia.

Ferdy menjelaskan Puteri Luluah mengirim fulus sekitar Rp 505,5 miliar sejak 27 April 2011 hingga 16 September 2018. Uang ini untuk membeli tanah dan membangun Vila Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Namun pembangunan itu tidak kunjung selesai hingga 2018.

Menurut Ferdy, berdasarkan hitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih, nilai bangunan vila itu tidak seperti yang dijanjikan. "Dan didapatkan nilai bangunan telah dibangun tidak sesuai dengan yang dijanjikan," ujar Ferdy.

Kepemilikan tanah dan vila itu juga masih atas nama kedua terlapor telah ditetapkan sebagai tersangka. Padahal tanah dan vila ini direncanakan untuk dibalik nama menjadi milik PT Eastern Kayan.

Tak hanya itu, kedua tersangka menawarkan pula tanah seluas 1.600 meter persegi di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali. "Kemudian korban mengirimkan uang sebesar US$ 500 ribu (sekitar Rp 6,8 miliar) kepada tersangka. Akan tetapi, setelah dikonfirmasi, tanah tersebut oleh pemilik tidak pernah mau dijual," tutur Ferdy.

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Ferdy mengatakan satu tersangka sudah ditangkap kemarin dan penyidik masih mendalami ke mana saja uang itu mengalir.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Netanyahu bawa cucian kotor tiap melawat ke Amerika

Hanya dua kemeja dan piyama Netanyahu dicucikan. Satu kemeja dan gaun digunakan Sara Netanyahu disetrika.

Perempuan Arab Saudi di stadion. (Saudi Gazette)

Pengadilan Gianyar besok adili kasus penipuan terhadap puteri Saudi

Kedua terdakwa adalah ibu dan anak bernama Evi Maindo Christina dan Eka Augusta Heriyani.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Polisi tangkap buronan kasus penipuan terhadap puteri Saudi

Puteri Luluah girang mendengar kabar ini.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu bawa cucian kotor tiap melawat ke Amerika

Hanya dua kemeja dan piyama Netanyahu dicucikan. Satu kemeja dan gaun digunakan Sara Netanyahu disetrika.

27 September 2020

TERSOHOR