kabar

Iran sudah tahu sejak awal peluru kendalinya hantam pesawat penumpang Ukraina

"Itu cahaya peluru kendali," kata pilot.

03 Februari 2020 22:27

Pemerintah Iran sejatinya sudah mengetahui sejak awal satu peluru kendali mereka menghantam pesawat penumpang milik maskapai Ukraine International Airlines, menyebabkan pesawat itu jatuh dan menewaskan 176 orang, termasuk sembilan kru.

Informasi ini berdasarkan rekaman suara berisi percakapan antara petugas menara pengawas dengan seorang pilot Iran tengah menerbangkan Fokker 100 dari Kota Syraz menuju Ibu Kota Teheran. Dia adalah pilot maskapai Aseman Airlines.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyebutkan rekaman itu asli, seperti dilansri stasiun televisi lokal, Ukrainian 1+1, kemarin malam waktu setempat. "Rekaman itu menunjukkan pihak Iran mengetahui sejak awal pesawat kami ditembak jatuh oleh sebuah peluru kendali. Mereka tahu ini saat penembakan itu terjadi," katanya.

Ketua tim investigasi Iran, Hasan Rezaifar, juga membenarkan orisinalitas rekaman ini dan sudah diserahkan kepada pihak berwenang Ukraina.

Setelah musibah pada 8 Januari itu, selama beberapa hari pemerintah Iran membantah pesawat Ukraina itu jatuh akibat dihantam peluru kendali. Teheran baru mengakui setelah muncul rekaman videonya di media sosial.

Pesawat Ukraina itu terkena peluru kendali setelah Garda Revolusi Islam Iran menembakkan puluhan peluru kendali balistik ke arah dua markas pasukan Amerika Serikat di Irak, yakni di pangkalan udara Ain al-Assad dan Irbil. Serbuan ini sebagai balasan atas pembunuhan dilakukan Amerika terhadap komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani.

Dalam rekaman percakapan itu, pilot Aseman Airlines memberitahu menara pengawas, dirinya melihat serangkaian cahaya dia yakini berasal dari sebuah peluru kendali ditembakkan. Tapi menara pengawas mengaku tidak tahu.

Pilot itu kemudian mengatakan cahaya itu dekat dengan Kota Payam, tempat Garda Revolusi Islam menembakkan peluru kendalinya ke arah dua markas pasukan Amerika di Irak.

Menara pengawa mengaku belum menerima laporan seperti itu, namun sang pilot sangat percaya apa yang dia lihat.

"Itu cahaya peluru kendali," kata pilot.
"Apakah kamu yang lainnya lagi?" tanya menara pengawas. Pilot itu menjawab dirinya melihat sebuah ledakan namun dia tidak tahu apa yang meledak.

Menara pengawas kemudian berusaha mengontak pilot pesawat Ukraina tapi tidak berhasil.

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Israel kirim delegasi ke Bahrain

Lawatan ini berlangsung sehari setelah Netanyahu dan Syekh Salman berkomunikasi langsung melalui telepon.

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tahan imam dan khatib Masjid Al-Haram sejak Agustus 2018

Sejak Bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni 2017, Saudi getol menangkapi ulama, akademisi, aktivis, wartawan, konglomerat, pejabat, dan pangeran dianggap menentang kebijakan-kebijakannya.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi izinkan jamaah dari luar negeri berumrah mulai 1 November

Jumlah jamaah dari luar negeri dibolehkan berumrah dinaikkan bertahap, tergantung pada kondisi penyebaran Covid-19 di negara masing-masing.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh bin Tahir al-Bantani. (Arab News)

Arab Saudi akan buka umrah dalam tiga tahap

Jamaah datang dari negara lain baru boleh berumrah tahun depan.





comments powered by Disqus