kabar

Kunjungi kamp pembantaian Yahudi, ulama Syiah Libanon diancam dibunuh

Sayyid Muhammad Ali al-Husaini meminta suaka ke Prancis.

06 Februari 2020 21:08

Ulama Syiah asal Libanon, Sayyid Muhammad Ali al-Husaini, diancam dibunuh lantaran ikut dalam sebuah delegasi muslim mengunjungi kamp Auschwitz di Polandia, pernah dipakai pasukan Nazi Jerman membantai sekitar 1,1 juta orang Yahudi pada Perang Dunia Kedua.

Kunjungan itu berlangsung dua pekan lalu dan rombongan ini dipimpin oleh ulama dari Arab Saudi sekaligus Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa. Mantan menteri kehakiman Saudi itu juga memimpin salat zuhur berjamaah sekaligus mendoakan arwah orang-orang Yahudi dibunuh di kamp Auschwitz.

Partisipasi Sayyid Muhammad itu membikin nyawanya terancam. Tidak sekadar dicibir, dia juga bakal dibunuh kalau berani pulang ke Libanon. Menurut Rabbi David Rosen, Direktur Urusan Antar Agama di AJC (Komite Yahudi Amerika), Sayyid Ali kini berada di Prancis dan mencari suaka.

"Dia berharap mendapat kewarganegaraan lain," kata Rabbi Rosen dalam wawancara khusus dengan Albalad.co kemarin. "Dia terserah negara mana saja mau memberi suaka, tapi dia sekarang berada di Prancis."

Lawatan rombongan berisi 62 muslim dari 28 negara itu diatur oleh AJC. Kunjungan ke kamp Auschwitz ini untuk memperbaiki hubungan antara Islam dan Yudaisme.

 

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Israel kirim delegasi ke Bahrain

Lawatan ini berlangsung sehari setelah Netanyahu dan Syekh Salman berkomunikasi langsung melalui telepon.

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tahan imam dan khatib Masjid Al-Haram sejak Agustus 2018

Sejak Bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni 2017, Saudi getol menangkapi ulama, akademisi, aktivis, wartawan, konglomerat, pejabat, dan pangeran dianggap menentang kebijakan-kebijakannya.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi izinkan jamaah dari luar negeri berumrah mulai 1 November

Jumlah jamaah dari luar negeri dibolehkan berumrah dinaikkan bertahap, tergantung pada kondisi penyebaran Covid-19 di negara masing-masing.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh bin Tahir al-Bantani. (Arab News)

Arab Saudi akan buka umrah dalam tiga tahap

Jamaah datang dari negara lain baru boleh berumrah tahun depan.





comments powered by Disqus