kabar

Sudan bersedia serahkan mantan Presiden Basyir ke ICC

ICC memburu Basyir atas tuduhan kejahatan kemanusiaan dan genosida terkait konflik bersenjata di Darfur.

12 Februari 2020 00:33

Pemerintahan transisi Sudan bersedia menyerahkan mantan Presiden Umar al-Basyir ke ICC (Mahkamah Kejahatan Internasional).

Hasan at-Taisy, anggota Dewan Kedaulatan Sudan, kemarin bilang pemerintah telah bersepakat dengan para kelompok pemberontak darfur di Juba untuk menyerahkan Basyir ke ICC.

ICC memburu Basyir atas tuduhan kejahatan kemanusiaan dan genosida terkait konflik bersenjata di Darfur. Perserikatan Bangsa-Bangsa bilang konflik Darfur menewaskan sedikitnya 300 ribu orang dan memaksa 2,5 juta orang lainnya mengungsi.

Basyir, dilengserkan lewat unjuk rasa massal di seantero Sudan April tahun lalu setelah berkuasa selama tiga dasawarsa, sudah divonis dua tahun penjara atas dakwaan korupsi dan menerima hadiah secara ilegal. Dia mendekam dalam sebuah penjara di Ibu Kota Khartum.

Jalan di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, lengang dari kendaraan setelah jam malam diberlakukan sejak 23 Maret 2020. (Twitter)

Ketambahan 1.428 kasus baru, jumlah pengidap Covid-19 di Saudi jadi 288.690 orang

Penderita Covid-19 di Makkah meningkat menjadi 29.563 orang, termasuk 567 meninggal.

Perdana Menteri Libanon Saad Hariri mengumumkan pengunduran dirinya di Arab Saudi pada 4 November 2017. (Arab News)

Dua menteri dan enam anggota parlemen Libanon mundur

Pemerintah menyebutkan krisis ekonomi parah menyebabkan 75 persen dari 6,8 juta penduduk Libanon membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk menyambung hidup.

Chairman SoftBank Masayoshi Son dan Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Press Agency)

Penggugat Bin Salman diancam dibunuh

Pihak keamanan Kanada menyebut ancaman pembunuhan itu datang dari agen-agen Arab Saudi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Amerika puji musuh Bin Salman

Departemen Luar Negeri Amerika mendesak Bin Salman segera membebaskan kedua anak Saad al-Jabri dari tahanan.





comments powered by Disqus