kabar

Diduga terjangkit virus corona, mahasiswa Cina di Jeddah bunuh diri di tempat karantina

Hasil laboratorium menunjukkan mahasiswa itu tidak mengidap Covid-19.

16 Februari 2020 12:25

Seorang mahasiswa Cina di Jeddah, Arab Saudi, kemarin subuh tewas setelah melompat dari tempat karantina. Dia dirawat di sana setelah diduga terjangkit virus corona jenis Covid-19.

Melalui keterangan tertulis, Departemen Kesehatan Jeddah menjelaskan mahasiswa tidak disebut identitasnya ini diangkut ke Rumah Sakit Raja Fahad di Jeddah oleh Palang Merah Saudi Jumat lalu. Dia disangka mengidap virus Covid-19 dari gejala dia alami ketika dibawa ke rumah sakit.

Dia kemudian dirawat sesuai prosedur diperlukan, kemudian dikarantina hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Namun semua sampel diambil warga asing itu tidak terjangkit Covid-19. Hasilnya keluar kemarin pagi, beberapa jam setelah mahasiswa asing itu bunuh diri.

"Dia melompat dari jendela sebuah ruang isolasi pukul 12:24 dini hari. Pihak rumah sakit mengumumkan dia meninggal jam 03:30," kata Departemen Kesehatan Jeddah.

Sejumlah sumber dikutip Al-Arabiya dan Sabq menyebutkan mahasiswa asing itu berasal dari Cina. Dia sudah kuliah delapan bulan di Universitas Raja Abdul Aziz, Jeddah.

Hingga kini belum terdapat penderita virus Covid-19 di Arab Saudi. Namun di pusat penyebarannya di Cina, Covid-19 telah membunuh 1.665 orang dan menjangkiti 68.500 orang.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi segera izinkan umrah buat penduduk setempat

Haji musim ini, digelar akhir Juli hingga awal Agustus lalu, hanya diikuti 950 jamaah saja dari biasanya sekitar 2,5 juta orang saban tahun.

Pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang di sebuan bandar udara di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Dengan alasan Covid-19, Arab Saudi perlakukan ratusan imigran Ethiopia seperti binatang dalam kamp

Mereka jarang mendapat cukup makan dan minum. Mereka dipukuli saban hari. Banyak yang bunuh diri dan menjadi gila.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Ketambahan 1.372 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 299.914 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah naik menjadi 30.083 orang, termasuk 605 meninggal.

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

Jumlah pengidap Covid-19 di Makkah tembus 30 ribu orang

Riyadh, Jeddah, Makkah, dan Dammam merupakan empat kota dengan jumlah penderita Covid-19 terbanyak di Arab Saudi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

24 September 2020

TERSOHOR