kabar

Virus corona sasar peziarah Syiah

Di kawasan Timur Tengah, virus Covid-19 telah menyebar ke Iran, Irak, Mesir, Israel, Libanon, Bahrain, Kuwait, dan Oman. 

25 Februari 2020 14:25

Lalu lintas peziarah Syiah ke tempat-tempat dikeramatkan di Iran, Irak, Libanon, dan Suriah telah menjadi sasaran empuk bagi penyebaran virus corona Covid-19. 

Sejak merebak di Kota Qom - pusat pengajaran teologi Syiah di Iran - Rabu pekan lalu, virus ini menyebar ke berbagai kota dan negara-negara di Timur Tengah. Dua lelaki tua, berumur 60-an tahun, meninggal di Qom ketika virus Covid-19 muncul pertama kali di negara Mullah itu. 

Ini kali pertama virus Covid-19 merenggut korban jiwa di Timur Tengah. 

Sampai kemarin, menurut pemerintah Iran, 61 orang sudah terinfeksi virus Covid-19, termasuk 12 orang mengembuskan napas terakhir. Tapi Ahmad Amirabadi Farahani, anggota parlemen Iran dari Kota Qom, menuding pemerintah menyembunyikan jumlah korban virus Covid-19. Dia bilang di Kota Qom saja sudah 50 orang tutup usia. 

Menanggapi komentar Farahani, juru bicara pemerintah Iran Ali Rabii berjanji transparan mengenai jumlah penderita virus Covid-19. 

Sebagai pusat teologi Syiah, Qom kebanjiran jutaan pengunjung saban tahun. Demikian pula di Kota Masyhad, jutaan peziarah Syiah tiap tahun datang menziarahi kubur Imam Ali Rida.

Tempat ziarah kaum Syiah juga terdapat di Irak. Di Kota Karbala ada makam Imam Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad. Kota Najaf dihuni kubur Imam Ali bin Wbi Thalib, sepupu sekaligus mantu Rasulullah. 

Di Ibu Kota Damaskus, Suriah, terdapat makam Sayyidah Zainab, putri dari Nabi Muhammad.

Sejauh ini, virus Covid-19 merebak dari Iran sudah menyebar ke Irak, Kuwait, Bahrain, dan Oman. Tiga dari 700 orang dievakuasi Kuwait dari Kota Masyad, terinfeksi virus corona itu.

Bahrain kemarin mengumumkan satu warganya baru pulang dari Iran terinfeksi virus Covid-19. 

Satu pengidap virus corona di Kota Najaf adalah mahasiswa teologi asal Iran. 

Dua perempuan Oman pernah mengunjungi Iran, menurut Kementerian Kesehatan Oman kemarin, pernah melawat ke Iran. 

Di kawasan Timur Tengah, virus Covid-19 telah menyebar ke Iran, Irak, Mesir, Israel, Libanon, Bahrain, Kuwait, dan Oman. 

Sampai kini, virus Covid-19 telah membunuh hampir 2.700 orang dan menginfeksi 79 ribu orang.  

 

Sinagoge Haim di kawasan Simi, Ibu Kota Teheran, Iran. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Sudah 107 orang meninggal akibat virus corona di Iran

Provinsi paling banyak memiliki penderita virus Covid-19 adalah Teheran (1.352 orang). Disusul Qom (386 orang), Gilan (333 orang), dan Isfahan (238 orang).

Pemandangan pada Selasa sore, 31 Mei 2016, di pusat belanja Lale di Ibu Kota Teheran, Iran. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

77 orang meninggal akibat virus corona di Iran

Korban meninggal gegara virus Covid-19 di Iran terbesar di luar Cina.

Kepala perawat di Rumah Sakit Danesywari di Ibu Kota Teheran, Iran, menunda pernikahan demi mengurus pasien virus corona Covid-19. (Al-Arabiya)

Perawat Iran tunda nikah demi urus pasien virus corona

Dari negeri Persia ini, virus Covid-19 menyebar ke negara lain di kawasan itu, yakni Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, Oman, Irak, dan Libanon.

Tim medis menyemprotkan desinfektan untuk sanitasi dalam kompleks makam Imam Ali Rida di Kota Masyhad, Iran. (Courtesy)

Korban meninggal akibat virus corona di Iran bertambah jadi 54 orang

Dalam 24 jam terakhir, sebelas orang mengembuskan napas terakhir dan 385 orang terjangkit virus Covid-19.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Turki culik lebih dari seratus pengkritik Erdogan di luar negeri

Penangkapan besar-besaran terhadap wartawan dan para pengkritik Erdogan dimulai ketika Desember 2013, terbongkar skandal korupsi raksasa melibatkan Erdogan, anggota keluarga, kolega bisnis, dan sekutu-sekutu politiknya.

14 Juli 2020

TERSOHOR