kabar

Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi ditutup semalaman untuk disterilisasi

Lantai Masjid Al-Haram akan dibersihkan dan disterilisasi empat kali sehari. Lebih dari 13.500 sajadah di Masjid Al-Haram juga dicuci dan disterilisasi saban hari. Sedangkan mesin penyejuk udara dibersihkan menggunakan radiasi ultraviolet sembilan kali sehari.

06 Maret 2020 09:12

Pemerintah Arab Saudi kemarin menutup Masjid Al-Haram di Kota Makkah dan Masjid Nabawi di Kota Madinah untuk disterilisasi. Langkah ini diambil sebagai upaya buat mencegah penyebaran wabah virus corona Covid-19 di negara Kabah itu.

Penutupan dilakukan setelah selesai salat Isya berjamaah dan kedua masjid paling dikeramatkan ini dibuka kembali sejam menjelang waktu salat subuh. Jadwal salat Isya di Makkah dan Madinah sekitar pukul delapan malam (jam 00:00 waktu Jakarta). Sedangkan waktu subuh di kedua kota suci itu pukul 05:21 (09:21 watu Jakarta).

Kebijakan itu amat jarang dilakukan pemerintah Saudi. Keputusan ini ditempuh di tengah merebaknya virus Covid-19 di sana. Sudah ada lima warga Saudi terinfeksi Covid-19 sepulang dari Iran.

Jabir Widani, Kepala Departemen Kebersihan dan karpet di Masjid Al-Haram, pekan lalu bilang demi kepentingan jamaah, lantai masjid akan dibersihkan dan disterilisasi empat kali sehari. Lebih dari 13.500 sajadah di Masjid Al-Haram juga dicuci dan disterilisasi saban hari. Sedangkan mesin penyejuk udara dibersihkan menggunakan radiasi ultraviolet sembilan kali sehari.

Arab Saudi Kamis pekan lalu melarang warga asing untuk datang buat berumrah dan berziarah ke Masjid Nabawi. Pekan ini larangan serupa diberlakukan bagi penduduk Saudi (warga Saudi dan warga negara asing).

Meski umrah ditutup, Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi tetap dipakai untuk salat lima waktu secara berjamaah.

Buat mengantisipasi wabah virus Covid-19, Saudi telah menyaipkan 25 rumah sakit berkapasitas 22 ribu tempat tidur dan 1.449 ruang isolasi.

Situasi Mataf ( tempat tawaf di sekitar Kabah) sebelum dan sesudah wabah virus corona Covid-19 datang. (Twitter)

Tarawih pertama di Masjid Al-Haram cuma diikuti sekitar 200 jamaah

Salat tarawih di Masjid Al-Haram dan masjid Nabawi dipersingkat menjadi sepuluh rakaat plus witir. Tiap kali tarawih dipimpin dua imam bergantian.

Seorang jamaah sedang membaca Al-Quran di Masjid Nabawi, Kota Madinha, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Salat tarawih di Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi hanya untuk pengurus dan petugas kebersihan masjid

Salayt tarwih di kedua masjid itu dipersingkat menjadi sepuluh rakaat plus witir dari biasanya 20 rakaat plut tiga rakaat witir.

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

Arab Saudi tutup Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi selama Ramadan

Alhasil, selama bulan puasa diperkirakan mulai Kamis pekan ini, tidak akan ada salat berjamaah lima waktu, salat Jumat, salat tarawih, itikaf, dan buka puasa bersama di Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi terjunkan 3.500 pekerja buat bersihkan Masjid Al-Haram enam kali sehari

Semua karpet di Masjid Al-Haram dicuci dan disterilkan saban lima hari. Mesin penyejuk ruangan dibersihkan sekaligus disterilkan sembilan kali per hari. 





comments powered by Disqus