kabar

Arab Saudi tahan adik dan keponakan Raja Salman

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dan Pangeran Muhammad bin Nayif dituding berkhianat dan berencana kudeta. Keduanya terancam hukuman penjara seumur hidup atau dipancung.

07 Maret 2020 11:47

Pihak berwenang Arab Saudi kemarin menangkap dan menahan Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dan Pangeran Muhammad bin Nayif bin Abdul Aziz, menurut sejumlah sumber mengetahui hal ini.

Pangeran Ahmad, mantan menteri dalam negeri, adalah adik dari Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz. Sedangkan Pangeran Muhammad bin Nayif, bekas putera mahkota, merupakan keponakan dari penguasa negara Kabah itu. Keduanya pernah sama-sama dijagokan menjadi raja Saudi berikutnya.

Langkah ini bagian dari upaya Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman buat mengonsolidasikan kekuatan sekaligus menyingkirkan para pesaingnya dari jalan menuju singgasana.

Penangkapan terhadap Pangeran Ahmad dan Pangeran Muhammad bin Nayif berlangsung kemarin pagi. Pasukan dari istana berseragam dan bertopeng serba hitam tiba di rumah keduanya. Menggeledah isi rumah kemudian membawa keduanya.

Pangeran Ahmad dan Pangeran Muhammad bin Nayif dituding berkhianat dan berencana mendongkel Raja Salman serta Bin Salman dari pucuk kekuasaan. Pangeran Nawaf bin Nayif, saudara kandung dari Pangeran Muhammad bin Nayif ikut dibekuk. Mwereka terancam hukuman penjara seumur hidup atau dipancung.

Bin Nayif adalah pangeran senior berpengaruh. Mantan menteri dalam negeri dan kepala badan intelijen Arab Saudi, ini pernah menjadi sekutu dekat Amerika Serikat dalam memerangi jaringan Al-Qaidah.

Setelah disingkirkan Bin Salman dari jabatan putera mahkota pada tengah malam di 21 Juni 2017, Bin Nayif dikenai status tahanan rumah. Tapi dia muncul dalam sejumlah acara tertutup ketika Saudi menggelar konferensi tentang investasi tahun lalu.

Bin Nayif juga dilarang keluar negeri. Beberapa bulan lalu, Bin Salman mengganti para staf kepercayaan Bin Nayif, termasuk para pengawalnya, dengan pengikut setia Bin Salman.

Sebagian anggota keluarga kerajaan menginginkan Pangeran Ahmad menjadi pengganti Raja Salman. Sesuai tradisi setelah pendiri kerajaan Arab Saudi Raja Abdul Aziz wafat, takhta diturunkan kepada adik bukan anak.

Pangeran Ahmad lebih sering meninggalkan dunia politik setelah Raja Salman dinobatkan pada Januari 2015. Tapi dua tahun lalu dia membikin pernyataan menyalahkan Raja Salman dan Bin Salman sebagai penyebab munculnya beragam persoalan di Saudi. Komentar ini dia keluarkan saat demonstran mendekati rumahnya di Ibu Kota London, Inggris.

Tidak lama sehabis kejadian itu, pihak istana mengirim utusan untuk membujuk Pangeran Ahmad agar mau pulang. "Kembali ke Saudi saat ini adalah sebuah kekeliruan besar," kata seorang sahabt Pangeran Ahmad. Namun Ahmad ketika itu mengaku meski dia bermusuhan dengan Bin Salman tapi dia berhubungan baik dengan Raja Salman.

Sepulang dari London, Pangeran Ahmad memilih banyak diam dan jarang tampil di depan publik. Meski begitu, beberapa bulan belakangan sebagian anggota keluarga kerajaan sering berbicara soal Pangeran Ahmad telah mencopot foto Raja Salman dan Bin Salman di ruang tamu rumahnya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tahan paman, adik sepupu, dan 30 pangeran serta perwira militer dalam hotel di Riyadh

Bin Nayif dan Pangeran Ahmad bersama puluhan pangeran dan perwira militer ditangkap sejak Maret lalu.

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Nasib mantan putera mahkota Arab Saudi tidak diketahui sejak ditahan oleh Bin Salman

Pihak keluarga tidak diizinkan menjenguk sejak Bin Nayif ditangkap Maret lalu.

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Anggota keluarga kerajaan Saudi ditahan Bin Salman cari dukungan ke Amerika dan Inggris

Seorang penasihat ternama untuk mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif telah menyewa Barry Bennet, pelobi menjadi konsultan Trump dalam kampanye pemilihan presiden.

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Mantan putera mahkota Arab Saudi terkena serangan jantung dalam penjara

Arab Saudi getol menangkapi ulama, pangeran, wartawan, akademisi, aktivis, pejabat, dan konglomerat dianggap membangkang terhadap Bin Salman.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

24 September 2020

TERSOHOR