kabar

Sejarawan Makkah sarankan Arab Saudi batalkan haji

Kalau haji dibatalkan Arab Saudi rugi Rp 1.465 triliun.  

15 Maret 2020 20:50

Dr. Irfan al-Alawi, sejarawan Makkah kelahiran Makkah, menyarankan kepada pemerintah Arab Saudi untuk membatalkan pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Gagasan itu terkait penyebaran virus corona Covid-19 sudah menjadi pandemi (wabah penyakit global). 

Hingga saat ini, Covid-19 sudah tersebar ke lebih 140 negara, menginfeksi 130 ribuan orang dan membunuh lima ribu lebih lainnya. Di Arab Saudi saja, sudah 103 orang terjangkit Covid-19, termasuk 48 pasien di Makkah. 

"Pelaksanaan haji tahun ini harus dibatalkan demi kesehatan umat," kata Al-Alawi kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini. Direktur Eksekutif Islamic Heritage Foundation sekaligus profesor bidang teologi dan sejarah Islam ini bilang sudah beberapa kali haji dibatalkan sepanjang sejarah, termasuk lantaran wabah penyakit.

Al-Alawi memperkirakan kalau haji dibatalkan Arab Saudi rugi US$ 100 miliar (kini setara Rp 1.465 triliun). Dia menambahkan Riyadh mesti memutuskan batal atau tidaknya haji paling lambat Ramadan. 

 

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dua calon jamaah haji Indonesia terinfeksi Covid-19

Klaim dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyebut tidak ada satu pun jamaah haji tertular Covid-19.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Haji tahun ini diikuti oleh 930 jamaah

Semua biaya pelaksanaan haji ditanggung oleh konglomerat Saudi, Syekh Sulaiman bin Abdul Aziz ar-Rajhi.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Mimpi Wahyu berhaji kala pandemi

"Saya tidak menyangka dapat lolos seleksi peserta haji 2020."

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hanya 13 warga Indonesia berhaji tahun ini

Ada yang berprofesi sebagai perawat, guru, dan ibu rumah tangga.





comments powered by Disqus