kabar

Pejabat senior Iran meninggal karena terinfeksi Covid-19

Kementerian kesehatan Iran hari ini mengumumkan 853 orang mengembuskan napas terakhir setelah terjangkit Covid-19 dan 14.991 orang terinfeksi virus ini.

16 Maret 2020 13:22

Seorang pejabat senior Iran hari ini meninggal karena terinfeksi virus corona Covid-19.

Ayatullah Sayyid Hasyim Bathai, 79 tahun adalah anggota Majelis Ahli. Dia merupakan wakil dari Teheran dalam lembaga beranggotakan 88 orang itu. Majelis Ahli adalah salah satu lembaga paling berpengaruh di negara Mullah ini, karena berwenang menunjuk dan memberhentikan pemimpin tertinggi Iran.

Dia dirawat di rumah sakit sejak Sabtu pekan lalu dan meninggal di Qom, seperti dilansir kantor berita IRNA.

Kementerian kesehatan Iran hari ini mengumumkan 853 orang mengembuskan napas terakhir setelah terjangkit Covid-19 dan 14.991 orang terinfeksi virus ini.

Iran merupakan negara dengan jumlah korban tewas dan pasien Covid-19 terbanyak di Timur Tengah.

Ali Khamenei (kiri) saat Perang Iran-Irak. (Wikipedia)

Setelah dilarang Khamenei, Iran batalkan pesanan 150 ribu dosis vaksin Pfizer

Iran bulan lalu mulai melakukan uji klinis terhadap vaksin buatan sendiri. 

Para peziarah dari beragam negara berjalan menuju rumah mendiang Imam Khomeini di kawasan Jamaran, utara Ibu Kota Teheran, Iran, 31 Mei 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Presiden Rouhani bilang 25 juta orang terinfeksi Covid-19 di Iran

Rouhani mengatakan 30-35 juta warga Iran lainnya berisiko terjangkit Covid-19.

Sejumlah mullah melewati komputrer-komputer dirusak para demonstran di sebuah sekolah agama di Khazerun, barat daya Iran. (Iran News Wire)

12 dari 31 provinsi di Iran ditetapkan sebagai zona merah Covid-19

Hingga kemarin terdapat 262.173 penderita Covid-19 di Iran, termasuk 13.211 orang meninggal.

Salah satu teroris menyerbu gedung parlemen Iran di Ibu Kota Teheran, 7 Juni 2017. (Twitter)

Penderita Covid-19 di Iran 8-10 kali lebih banyak ketimbang data pemerintah

Kalau laporan versi parlemen Iran benar, maka jumlah penderita Covid-19 di Iran hingga hari ini mestinya 800 ribuan, termasuk sepuluh ribu orang meninggal.





comments powered by Disqus