kabar

Penderita Covid-19 di Arab Saudi bertambah jadi 1.012 orang

Korban meninggal bertambah menjadi tiga orang.

26 Maret 2020 14:18

Kementerian Kesehatan Arab Saudi hari ini mengumumkan terjadi penambahan 112 penderita virus corona Covid-19, sehingga jumlahnya menjadi 1.012 orang. 

Dari jumlah itu, termasuk tiga orang meninggal, dua di antaranya di Madinah dan Makkah. 

Arab Saudi telah mengambil dua langkah terbaru untuk menekan penularan Covid-19, yakni menerapkan jam malam sejak Senin lalu selama 21 hari lalu. Juga memberlakukan isolasi di semua 13 provinsi, termasuk mengunci Makkah, Madinah, dan Riyadh. 

Suasana di terminal kedatangan di sebuah bandar udara di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi cabut kewajiban bermasker di ruang terbuka mulai Ahad

Aturan jaga jarak juga tidak berlaku lagi. Tempat-tempat umum, sarana transportasi, restoran, bioskop, mal, dan lokasi keramaian lainnya juga dizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh.

Masjid di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Saudi larang itikaf, buka puasa, dan sahur bareng di masjid

Sampai sekarang, pemerintah Saudi belum mengumumkan apakah penyelenggaraan haji bisa dilangsungkan atau dilakukan seperti tahun lalu, hanya untuk penduduk Saudi saja.

Situasi Mataf ( tempat tawaf di sekitar Kabah) sebelum dan sesudah wabah virus corona Covid-19 datang. (Twitter)

Setahun pandemi Covid-19 sebabkan 1.137 orang meninggal di Makkah dan Madinah

Terdapat lima kota dengan jumlah orang terinfeksi Covid-19 terbanyak di negara Kabah itu, yakni Riyadh (65.384 orang, termasuk 1.188 wafat), Jeddah (35.969 orang, termasuk 1.263 menemui ajal), Makkah (35.870 orang), Madinah (22.943 orang), dan Dammam (20.741 orang, termasuk 221 meninggal).

Petugas memayungi seorang jamaah umrah pada November 2020. (Haramain Info)

Dag dig dug menanti haji

Selentingan beredar menyebutkan negara Kabah akan menggelar haji tahun ini dengan kuota satu juta jamaah dari rata-rata tiap tahun 2,5 juta orang.





comments powered by Disqus