kabar

Sudah 150 anggota keluarga kerajaan Saudi terinfeksi Covid-19

Termasuk Gubernur Riyadh Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdul Aziz, tengah dirawat di ICU Rumah Sakit Raja Faisal.

09 April 2020 09:45

Hingga pekan keenam sejak wabah virus corona Covid-19 memasuki Arab Saudi, jumlah anggota keluarga kerajaan terinfeksi virus ini makin bertambah. Seorang sumber dekat dengan lingkungan istana menyebutkan saat ini terdapat 150 anggota keluarga kerajaan mengidap Covid-19.

Dia menambahkan Raja Salman bin Abdul Aziz sudah mengisolasi diri di sebuah istana di tepi Laut Merah, tidak dak jauh dari Kota Jeddah. Sedangkan anaknya, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman merupakan pemimpin de facto telah membawa banyak menterinya untuk mengasingkan diri di istana juga di pinggir Laut Merah.

Sila baca: Takut tertular Covid-19, Raja Salman diisolasi di istana

Para pejabat Rumah Sakit Raja Faisal di Ibu Kota Riyadh telah mengeluarkan perintah siaga tingkat tinggi dan mempersiapkan 500 tempat tidur untuk merawat anggota keluarga kerajaan Saudi mengidap Covid-19.

"Kita tidak tahu berapa anggota keluarga kerajaan akan terkena Covid-19 tapi kita harus siaga tingkat tinggi," demikian bunyi pesan dikirim secara elektronik Selasa lalu dan salinannya diperoleh surat kabar the New York Times. "Semua pasien kronis harus segera dikeluarkan dan hanya penderita dari keluarga kerajaan boleh kita terima."

Pesan tertulis itu menyebutkan staf Rumah Sakit Raja Faisal - rumah sakit langganan keluarga kerajaan - terinfeksi Covid-19 akan dirawat di rumah sakit lain agar ada ruang perawatan cukup untuk anggota keluarga kerajaan Saudi.

"Kalau sudah mengenai anggota keluarga kerajaan, wabah (Covid-19) ini enjadi isu sangat penting," kata Kristian Coates Ulrichsen, profesor di Rice University meneliti soal Arab Saudi.

Menurut dua dokter di Rumah Sakit Raja Faisal dan dua sumber dekat dengan istana, salah satu yang terjangkit oleh Covid-19 adalah Gubernur Riyadh Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdul Aziz. Keponakan dari Raja Salman ini tengah dirawat dalam ICU (ruang perawatan intensif) di Rumah Sakit Raja Faisal.

Sila baca: 14 pangeran Arab Saudi terinfeksi Covid-19

Para dokter dan orang-orang dekat istana bilang sebagian anggota keluarga kerajaan - terdiri dari belasan ribu pangeran dan puteri - terinfeksi Covid-19 sepulang dari berlibur ke Eropa.

Sampai kemarin, terdapat 2.932 pengidap Covid-19 di Arab Saudi, termasuk 41 orang meninggal. Penderita terbanyak berada di empat kota, yakni Riyadh (878 orang), Makkah (553 orang), Jeddah (432 orang), dan Madinah (331 orang)

Menteri Kesehatan Arab Saudi Taufiq ar-Rabia Selasa lalu memperingatkan jumlah pengidap Covid-19 di negara Kabah itu bisa mencapai minimum sepuluh ribu orang atau paling banyak 200 ribu kalau masyarakat tidak menaati aturan jam malam dan jaga jarak dengan orang lain.

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

ISIS kecam ulama Saudi mengizinkan penutupan masjid buat cegah Covid-19

Mulai besok, Saudi mencabut larangan salat berjamaah di smeua masjid kecuali di Kota Makkah.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Korban wafat karena Covid-19 di Makkah tembus 200 orang

Jumlah penderita Covid-19 di Arab Saudi bertambah menjadi 81.766 orang, termasuk 458 meninggal.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Penderita Covid-19 di Arab Saudi tembus 80 ribu orang

Pengidap Covid-19 di Makkah meningkat menjadi 14.978 orang, termasuk 199 meninggal.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Ketambahan 1.815 kasus baru, jumlah pengidap Covid-19 di Saudi jadi 78.541 orang

Penderita Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 14.830 orang, termasuk 194 meninggal.





comments powered by Disqus