kabar

Raja Salman perpanjang jam malam hingga waktu belum ditentukan

Sampai kemarin, terdapat 4.033 pengidap Covid-19 di Arab Saudi, termasuk 52 orang meninggal. 

12 April 2020 01:32

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan memperpanjang jam malam berlaku secara nasional sejak bulan lalu, seperti dilansir kantor berita resmi Saudi Press Agency hari ini. 

Kebijakan ini diambil untuk menekan penularan virus corona Covid-19 di negara Kabah itu.

Sedari 23 Maret, Saudi memberlakukan jam malam di semua 13 provinsi selama tiga pekan dan mestinya berakhir besok. Jam malam 24 jam sehari sudah diterapkan dj sebelas kota, termasuk Makkah, Madinah, Riyadh, Jeddah, Dammam, dan Dhahran. 

Sejak 25 Maret, Saudi melakukan karantina wilayah terhadap 13 provinsi dan secara khusus di Makkah, Madinah, Riyadh, dan Jeddah, empat kota dengan jumlah penderita Covid-19 terbanyak. 

Selain itu, Saudi telah menutup umrah, melarang salat berjamaah di semua masjid kecuali Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Sekolah diliburkan, kantor pemerintah dan swasta di luar sektor vital tidak beroperasi. Penerbangan internasional dan semua transportasi umum dihentikan. 

Sampai kemarin, terdapat 4.033 pengidap Covid-19 di Arab Saudi, termasuk 52 orang meninggal. 

Suasana di terminal kedatangan di sebuah bandar udara di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi cabut kewajiban bermasker di ruang terbuka mulai Ahad

Aturan jaga jarak juga tidak berlaku lagi. Tempat-tempat umum, sarana transportasi, restoran, bioskop, mal, dan lokasi keramaian lainnya juga dizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh.

Masjid di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Saudi larang itikaf, buka puasa, dan sahur bareng di masjid

Sampai sekarang, pemerintah Saudi belum mengumumkan apakah penyelenggaraan haji bisa dilangsungkan atau dilakukan seperti tahun lalu, hanya untuk penduduk Saudi saja.

Situasi Mataf ( tempat tawaf di sekitar Kabah) sebelum dan sesudah wabah virus corona Covid-19 datang. (Twitter)

Setahun pandemi Covid-19 sebabkan 1.137 orang meninggal di Makkah dan Madinah

Terdapat lima kota dengan jumlah orang terinfeksi Covid-19 terbanyak di negara Kabah itu, yakni Riyadh (65.384 orang, termasuk 1.188 wafat), Jeddah (35.969 orang, termasuk 1.263 menemui ajal), Makkah (35.870 orang), Madinah (22.943 orang), dan Dammam (20.741 orang, termasuk 221 meninggal).

Petugas memayungi seorang jamaah umrah pada November 2020. (Haramain Info)

Dag dig dug menanti haji

Selentingan beredar menyebutkan negara Kabah akan menggelar haji tahun ini dengan kuota satu juta jamaah dari rata-rata tiap tahun 2,5 juta orang.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Arab Saudi cabut kewajiban bermasker di ruang terbuka mulai Ahad

Aturan jaga jarak juga tidak berlaku lagi. Tempat-tempat umum, sarana transportasi, restoran, bioskop, mal, dan lokasi keramaian lainnya juga dizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh.

15 Oktober 2021

TERSOHOR