kabar

Kebijakan jam malam bikin panik, menteri dalam negeri Turki mundur

Hingga kemarin, Covid-19 menginfeksi 56.956 orang di Turki, termasuk 1.198 meninggal.  

13 April 2020 02:20

Menteri Dalam Negeri Turki Sulaiman Soylu mengajukan pengunduran diri lantaran kebijakan jam malam dia terapkan akhir pekan lalu membikin panik. Aturan itu untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19. 

Banyak pihak mengecam tindakan Soylu karena mengumumkan larangan keluar rumah bagi penduduk di 31 kota di seantero Turki dua jam sebelum aturan itu berlaku. 

Alhasil, masyarakat panik berbondong-bondong ke supermarket dan mal membeli kebutuhan pokok, terutama makanan dan minuman. Sehingga imbauan menjaga jarak pun dilanggar.

Larangan keluar rumah itu berlaku mulai Jumat tengah malam sampai Ahad tengah malam.

"Negara tidak pernah ingin saya sakiti dan presiden saya percaya seumur hidup, maafkan saya," kata Sulaiman dalam surat pengunduran dirinya. 

Namun Presiden Turki menolak keinginan Soylu untuk berhenti. Sebab itu, dia mesti melanjutkan tugasnya sebagai menteridalam negeri. 

Hingga kemarin, Covid-19 menginfeksi 56.956 orang di Turki, termasuk 1.198 meninggal.

 

Suasana di terminal kedatangan di sebuah bandar udara di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi cabut kewajiban bermasker di ruang terbuka mulai Ahad

Aturan jaga jarak juga tidak berlaku lagi. Tempat-tempat umum, sarana transportasi, restoran, bioskop, mal, dan lokasi keramaian lainnya juga dizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh.

Masjid di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Saudi larang itikaf, buka puasa, dan sahur bareng di masjid

Sampai sekarang, pemerintah Saudi belum mengumumkan apakah penyelenggaraan haji bisa dilangsungkan atau dilakukan seperti tahun lalu, hanya untuk penduduk Saudi saja.

Situasi Mataf ( tempat tawaf di sekitar Kabah) sebelum dan sesudah wabah virus corona Covid-19 datang. (Twitter)

Setahun pandemi Covid-19 sebabkan 1.137 orang meninggal di Makkah dan Madinah

Terdapat lima kota dengan jumlah orang terinfeksi Covid-19 terbanyak di negara Kabah itu, yakni Riyadh (65.384 orang, termasuk 1.188 wafat), Jeddah (35.969 orang, termasuk 1.263 menemui ajal), Makkah (35.870 orang), Madinah (22.943 orang), dan Dammam (20.741 orang, termasuk 221 meninggal).

Petugas memayungi seorang jamaah umrah pada November 2020. (Haramain Info)

Dag dig dug menanti haji

Selentingan beredar menyebutkan negara Kabah akan menggelar haji tahun ini dengan kuota satu juta jamaah dari rata-rata tiap tahun 2,5 juta orang.





comments powered by Disqus