kabar

Tidak ada keterlibatan asing dalam pembunuhan Raja Faisal

Saudi pernah meminta kepada pemimpin Taliban buat mengekstradisi Bin Ladin.

29 April 2020 06:42

Mantan kepala badan intelijen Arab Saudi Pangeran Turki bin Faisal Senin lalu menegaskan tidak ada keterlibatan pihak asing dalam pembunuhan ayahnya, Raja Faisal bin Abdul Aziz.

Raja Faisal tewas ditembak oleh keponakannya, Pangeran Faisal bin Musaid, pada 25 Maret 1975. Pelaku belum lama pulang dari Amerika Serikat. Dia akhirnya divonis hukuman mati dan dipancung di depan umum di Ibu Kota Riyadh. 

Pangeran Turki menjelaskan menyelidiki kasus itu selama dua bulan. Dia mengatakan pelaku memiliki motif pribadi dan politik mendorong dirinya menghabisi Raja Faisal, tertembus peluru pistol di kening dan telinga.

"Kesimpulannya pembunuhan atas Raja Faisal adalah tindakan pribadi dan tidak ada keterlibatan pihak asing," kata Pangeran Turki dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi Rotana Khaleeja.

Pada kesempatan itu, dia membantah Arab Saudi dan Amerika membantu pembentukan jaringan Al-Qaidah dipimpin Usamah Bin Ladin, warga Saudi berdarah Yaman terbunuh dalam serbuan pasukan elite Amerika di Pakistan di awal Mei 2011.

Menurut dia, Saudi dan Amerika berperan membantu pasukan mujahidin di Afghanistan buat mengusir tentara Uni Soviet. 

Pangeran Turki sekali lagi menekankan dia tidak mengenal Bin Ladin. Hanya saja dirunya sempat beberapa kali berjumpa Bin Ladin, termasuk dalam acara di Kedutaan Besar Amerika di Pakistan dan di Jeddah, ketika Bin Ladin minta sokongan Saudi buat menghadapi pasukan komunis di Yaman Selatan. Tapi Pangeran Turki menolak permohonan itu. 

Pada 1995, Presiden Sudan Umar al-Basyir - lengser lewatunjuk rasa massal pada April 2019, menawarkan memulangkan Bin Ladin dengan syarat tidak diadili, namun pemerintah Saudi menolak. 

Pangeran Turki kemudian membawa sepucuk surat dari Pangeran Abdullah bin Abdul Aziz kepada pemimpin Taliban Mullah Umar. Isinya meminta Taliban mengekstradisi Bin Ladin ke Saudi untuk diadili di Riyadh tapi tidak pernah terwujud. 

 

 

Bocah perempuan pedagang belalang di Kota Tua, Sanaa, Yaman. (Middle East Eye/Nasih Syakir)

Saudi benarkan serangan Al-Hutiyun sebabkan kebakaran di sebuah universitas

Saudi belum memberikan konfirmasi soal serangan Al-Hutiyun menyebabkan hancurnya kilang minyak Saudi Aramco di Kota Jeddah. 

Kementerian Intelijen Iran pada 17 April 2021 mengumumkan Reza Karimi sebagai pelaku sabotase di reaktor nuklir Natanz. Pelaku sudah kabur dari Iran sebelum insiden itu terjadi. (IRIB)

Iran umumkan identitas pelaku sabotase fasilitas nuklir Natanz

Reza Karimi sudah kabur dari Iran sebelum ledakan terjadi di reaktor nuklir Natanz.

Direktur Jenderal Penjara Arab Saudi Mayor Jenderal Muhammad al-Asmari. (Twitter)

Penasihat Bin Salman siksa Direktur Jenderal Penjara Arab Saudi hingga tewas

Saud al-Qahtani juga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi pada Oktober 2018.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Warga Israel tidak wajib memakai masker mulai 18 April

Kebijakan ini berlaku empat bulan setelah vaksinasi berjalan.





comments powered by Disqus