kabar

Butakan mata orang, perempuan Iran divonis dibutakan matanya

Hukuman buta pertama kali dilaksanakan di Iran pada 2015.

09 Mei 2020 01:28

Seorang perempuan Iran dinyatakan bersalah menyiram cairan asam menyebabkan kedua mata seorang lelaki buta. Karena itu, dia divonis dibutakan pula kedua matanya. 

Kejadiannya pada 2014 di Kota Masyhad, Iran. Perempuan 30 tahun tidak disebut nananya itu menyiram cairan asam ke wajah kekasihnya berumur 33 tahun, seperti dilansir kantor berita Rokhna Selasa lalu. 

Pelaku merupakan pelatih bela diri melakukan itu sebagai balas dendam. 

Saat diinterogasi polisi, pelaku mengaku janda satu anak. Dia menyerahkan anaknya itu kepada mantan suaminya agar bisa tinggal bareng pria akhirnya dia butakan dengan cairan asam. 

Keduanya kemudian menikah sementara atau syighah. Mereka berencana berumah tangga secara permanen tapi rupanya beberapa bulan berselang korban kawin dengan perempuan lain. 

"Saya telah menghancurkan kehidupan saya karena sebuah cinta jalanan," kata perrmpuan itu. Dia pun merencanakan membalas sakit hatinya.

Dia berhasil membujuk bekas pasangan syighahnya ke satu bangunan di Kota Masyhad. Di sanalah dia menyiram cairan asam ke wahah pria nahas itu dan akhirnya membutakan kedua matanya. 

Hukum buta mata pertama kali dilaksanakan di Iran pada 2015. Ketika itu, seorang lelaki dibutakan satu matanya lantaran telah membutakan mata pria lain.

 

 

 

 

Rabbi Yaakov Yisrael Herzog dari Israel berpose di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Dia sedang berkunjung ke negara Kabah itu. (Abu Ali Express)

Rabbi dari Israel pelesiran di Riyadh tanpa rasa takut

Rabbi Yaakov sudah dua kali melawat ke Saudi.

Pesawat ruang angkasa Israel bernama Beresheet akan mendarat di Bulan sebelum jatuh pada 11 April 2019. (YouTube screenshot)

UEA dan Israel sepakat bekerjasama dalam misi antariksa

Kedua negara bakal bekerjasama dalam pengiriman pesawat ruang angkasa ke Bulan.





comments powered by Disqus