kabar

FBI sebut nama pejabat Saudi mengatur bantuan bagi dua pelaku Tragedi 11/9

Al-Jarrah menginstruksikan kepada Fahad dan Umar untuk membantu kedua pelaku agar mendapat izin tinggal di Amerika.

13 Mei 2020 13:07

FBI (Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat) secara tidak sengaja menyebut nama pejabat mengatur bantuan bagi dua dari 19 pelaku serangan 11 September 2001 di Amerika. Pejabat itu adalah Musaid al-Jarrah, ditulis seorang petinggi FBI dalam sebuah deklarasi diajukan ke pengadilan bulan lalu.

Al-Jarrah ketika Tragedi 11/9 terjadi merupakan pejabat di Kedutaan besar Arab Saudi di Ibu Kota Washington DC, Amerika. Serangan oleh 19 anggota jaringan Al-Qaidah - 15 pelaku di antaranya adalah warga Saudi - terjadi di Kota New York dan Washington DC. Kejadian ini menewaskan 2.753 orang.

Dibuka untuk pertama kali ke publik, Al-Jarrah merupakan orang ketiga selama menjadi misteri dan membantu para teroris Al-Qaidah saat melaksanakan seranga, seperti tertulis dalam dokumen pengadilan dilihat oleh Yahoo News.

Dokumen itu mulanya untuk mendukung Departemen Kehakiman Amerika ingin menjaga kerahasiaan identitas diplomat Saudi itu.

Arab Saudi secara konsisten membantah para pejabatnya terlibat dalam serangan merobohkan menara kembar World Trade Center (WTC) di New York dan kantor Departemen Pertahanan (Pentagon).

Waktu itu, Al-Jarrah merupakan pejabat level menengah di kementerian Luar negeri Saudi ditugaskan di Kedutaan saudi di Washington DC. Pada 1999-2000 dia memberikan dukungan krusial kepada dua dari pelaku pembajakan pesawat dipakai buat menyerang menara kembar WTC dan Pentagon.

Para penyelidik FBI menduga Al-Jarrah memerintahkan Fahad ath-Thumairi (pejabat Kedutaan Saudi urusan Islam dan imam Masjid Raja Fahad di Los Angeles) serta Umar al-Bayumi (agen pemerintah Saudi) membantu dua teroris Al-Qaidah, Khalid al-Mihdhar dan Nawaf al-Hazmi, membajak pesawat American Airlines, dipakai buat menyerang Pentagon dan menewaskan 125 orang.

Al-Jarrah menginstruksikan kepada Fahad dan Umar untuk membantu kedua pelaku agar mendapat izin tinggal di Amerika.

Dokumen deklarasi diajukan ke pengadilan itu ditulis oleh Jill Sanborn, Asisten Direktur FBI. "Saya telah disarankan atas sepengetahuan pihak tergugat, pemerintah Arab saudi, penggugat menduga para agen dan pejabat saudi secara langsung dan sadar membantu para pembajak dan perencana melaksanakan serangan 11 September 2001," tulis Sanborn dalam dokumen itu.

Deklarasi FBI ini membenarkan sangkaan para agen FBI sedang menyelidiki Tragedi 11/9 meyakini mereka telah membongkar hubungan natar para pembajak dengan pihak Kedutaan Saudi di Washington DC.

Seorang pejabat senior Amerika membenarkan kepada Yahoo News, pengungkapan nama Al-Jarrah adalah sebuah kecelakaan.

Para pengacara keluarga korban Tragedi 11/9 menduga Al-Jarrah termasuk dalam sembilan pejabat dan mantan pejabata saudi mengetahui informasi penting tentang Tragedi 11/9. "Ini menunjukkan pemerintah Saudi berusaha menutup keterlibatannya," ujar Brett Eagleson, juru bicara keluarga korban Tragedi 11/9.

Rabbi Yaakov Yisrael Herzog dari Israel berpose di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Dia sedang berkunjung ke negara Kabah itu. (Abu Ali Express)

Rabbi dari Israel pelesiran di Riyadh tanpa rasa takut

Rabbi Yaakov sudah dua kali melawat ke Saudi.

Pesawat ruang angkasa Israel bernama Beresheet akan mendarat di Bulan sebelum jatuh pada 11 April 2019. (YouTube screenshot)

UEA dan Israel sepakat bekerjasama dalam misi antariksa

Kedua negara bakal bekerjasama dalam pengiriman pesawat ruang angkasa ke Bulan.





comments powered by Disqus