kabar

Kalah main game online, penasihat Bin Salman rusak televisi

Banyak pengguna media sosial mencemooh dan mengecam tindakan Turki asy-Syekh seperti kelakuan anak-anak. 

29 Mei 2020 02:04

Turki asy-Syekh, salah satu penasihat kunci Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman, merusak televisi lantaran kalah bermain game sepak bola secara online. Kejadiannya Sabtu pekan lalu atau sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri. 

Turki, merupakan kepala otoritas hiburan umum Arab Saudi, kesal ketika bertanding game sepak bola secara virtual dengan kolega duduk di sebelahnya, Saud as-Suwailam, mantan pemilik klub Al-Nasr. Klub sepak bola asal Spanyol, Almeria, dimainkan oleh Turki kebobolan dua gol hanya dalam hitungan menit saat menghadapi tim asal Arab Saudi, Al-Nasr. 

Emosinya memuncak dan dia langsung melemparkan konsol game ke arah televisi, membikin televisi itu jatuh terbanting dan rusak. Dengan nada santai, Turki bilang pertandingan akan dilanjutkan lagi setelah datang televisi baru. 

"Setelah kerusuhan kecil...kami akan membeli satu televisi baru, kemudian melanjutkan pertandingan," kata Turki. "Laga ini belum selesai."

Turki mengunggah rekaman video dirinya merusak televisi di akun Twitternya pada hari. Banyak pengguna media sosial mencemooh dan mengecam tindakannya seperti kelakuan anak-anak. 

Turnamen game sepak bola online digagas Turki merupakan kegiatan pengumpulan dana untuk membantu warga Saudi miskin memiliki rumah. 

Kegiatan amal ini diikuti pula oleh para pesohor dunia di lapangan hijau, seperti Lionel Messi, Diego Maradona, Paul Pogba, dan Ronaldinho. Sejumlah selebritas global, termasuk aktor Charlie Sheen, penyanyi rap Snoop Dog, dan bekas bintang NBA Dennis Rodman, juga ikut bermain.

Ini bukan kali pertama Saudi membayar para pesohor gl9bal untuk meramaikan konser dan pertandingan olahraga. Banyak pihak menilai ini bagian dari negara Kabah itu memoles pamor mereka tercoreng gegara banyak melanggar hak asasi manusia.

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Dibekuk pasukan loyalis Bin Salman tahun lalu, nasib anak Raja Abdullah belum diketahui

Pangeran Faisal bin Abdullah ditahan sejak 27 Maret 2020.

Pangeran Turki bin Abdullah, putra ketujuh dari mendiang Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz. (Saudi Leaks)

Bin Salman tahan anak Raja Abdullah sejak 2017, pihak keluarga baru sekali menjenguk

Bin Salman juga berusaha merampas dana milik Yayasan Raja Abdullah senilai US$ 20-30 miliar. 

Abdurrahim bin Ahmad Mahmud al-Huwaiti, lelaki dari Suku Huwaitat dibunuh pasukan keamanan Arab Saudi pada 16 April 2020 karena menolak rumahnya digusur untuk proyek Neom. (Video screencapture)

Bin Salman putus sambungan Internet di 30 desa Suku Huwaitat sejak enam bulan lalu

Aktivis dari Suku Huwaitat berencana menggugat Bin Salman di pengadilan Inggris dan Amerika Serikat.





comments powered by Disqus