kabar

Protes alat pelindung diri kurang, puluhan dokter di Mesir berhenti

Sejak Maret lalu, 350 dokter di Mesir terjangkit Covid-19 dan 19 orang lainnya mengembuskan napas terakhir.

29 Mei 2020 11:35

Puluhan dokter di Rumah Sakit Umum Al-Munirah mengajukan pengunduran diri melalui Facebook. Merea memprotes kurangnya alat pelindung diri bagi tenaga medis dan buruknya proses karantina menyebabkan kolega mereka, Walid Yahya, meninggal lantaran terinfeksi virus corona Covid-19.

Direktur Rumah Sakit Al-Munirah Asyraf Syafi bilang kepada EG24 News, dirinya belum menerima satu pun surat pengunduran diri secara resmi. "Tidak ada yang mengajukan surat pengunduran diri. Yang mereka lakukan di Facebook karena emosi," katanya. "kegiatan di Al-Munirah berjalan normal sampai sekarang."

Sejak Maret lalu, 350 dokter di Mesir terjangkit Covid-19 dan 19 lainnya mengembuskan napas terakhir.

Lewat keterangan tertulis, Asosiasi Tenaga Medis Mesir memperingatkan sistem kesehatan di negara Nil itu akan ambruk kalau Kementerian Kesehatan tidak memperhatikan pekerja medis menangani wabah Covid-19. "Kementerian Kesehatan berulang kali gagal melaksanakan tugasnya melindungi para dokter, juga gagal mendeteksi secara dini tenaga medis terinfeksi Covid-19."

Hingga saat ini, terdapat lebih dari 17.200 penderita Covid-19 di Mesir, termasuk 760 orang lebih wafat.

Sebanyak 17 rumah sakit ditunjuk pemerintah Mesir untuk merawat pasien Covid-19 sudah menccapai kapasitas maksimum sejak awal bulan ini.

Suasana di terminal kedatangan di sebuah bandar udara di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi cabut kewajiban bermasker di ruang terbuka mulai Ahad

Aturan jaga jarak juga tidak berlaku lagi. Tempat-tempat umum, sarana transportasi, restoran, bioskop, mal, dan lokasi keramaian lainnya juga dizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh.

Masjid di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Saudi larang itikaf, buka puasa, dan sahur bareng di masjid

Sampai sekarang, pemerintah Saudi belum mengumumkan apakah penyelenggaraan haji bisa dilangsungkan atau dilakukan seperti tahun lalu, hanya untuk penduduk Saudi saja.

Situasi Mataf ( tempat tawaf di sekitar Kabah) sebelum dan sesudah wabah virus corona Covid-19 datang. (Twitter)

Setahun pandemi Covid-19 sebabkan 1.137 orang meninggal di Makkah dan Madinah

Terdapat lima kota dengan jumlah orang terinfeksi Covid-19 terbanyak di negara Kabah itu, yakni Riyadh (65.384 orang, termasuk 1.188 wafat), Jeddah (35.969 orang, termasuk 1.263 menemui ajal), Makkah (35.870 orang), Madinah (22.943 orang), dan Dammam (20.741 orang, termasuk 221 meninggal).

Petugas memayungi seorang jamaah umrah pada November 2020. (Haramain Info)

Dag dig dug menanti haji

Selentingan beredar menyebutkan negara Kabah akan menggelar haji tahun ini dengan kuota satu juta jamaah dari rata-rata tiap tahun 2,5 juta orang.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Arab Saudi cabut kewajiban bermasker di ruang terbuka mulai Ahad

Aturan jaga jarak juga tidak berlaku lagi. Tempat-tempat umum, sarana transportasi, restoran, bioskop, mal, dan lokasi keramaian lainnya juga dizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh.

15 Oktober 2021

TERSOHOR