kabar

Indonesia tidak berangkatkan jamaah haji tahun ini

Ini bukan kali pertama, Indonesia tidak mengirim jamaah haji ke Arab Saudi, keputusan serupa berlaku semasa perang, yakni pada 1946-1948.

02 Juni 2020 12:54

Setelah tidak ada kepastian dari pemerintah Arab Saudi hingga kemarin, pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan tidak akan mengirim jamaah haji tahun ini.

Dalam jumpa pers di kantornya di Jakarta hari ini, Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan keputusan itu diambil karena pemerintah tidak lagi memiliki kecukupan waktu dalam hal pelayanan dan keselamatan calon jamaah haji. "Berdasarkan kenyataan tersebut, pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji pada 2020 atau 1441 Hijriyah ini," katanya.

Dia menambahkan sesuai amanat undang-undang, selain mampu secara ekonimi dan fisik, kesehatan, keselamatan, dan keamanan jamaah haji harus dijamin dan diutamakan sejak dari embarkasi tau debarkasi, daam perjalanan, dan saat berada di Arab Saudi.

Fachrul Razi menegaskan keputusan ini sudah melalui kajian mendalam. Pandemi virus corona Covid-19 melanda hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab saudi, dapat mengancam keselamatan jamaah haji.

"Jika jamaah dipaksakan berangkat, ada risiko amat besar yaitu keselamatan jiwa dan kesulitan beribadah," ujarnya. "Meski dipaksakan pun tidak mungkin karena Arab saudi tidak kunjung membuka akses."

Ini bukan kali pertama, Indonesia tidak mengirim jamaah haji ke Arab Saudi, keputusan serupa berlaku semasa perang, yakni pada 1946-1948.

Nenurut Fachrul Razi, pembatalan keberangkatan caln jamaah haji berlaku untuk semua kategri, haji reguler, haji khusus, dan haji mujamalah atau furada.

Dia mengatakan calon jamaah haji reguler dan khusus otomatis akan diberangkatkan dimusim haji tahun depan. Mereka boleh menarik setoran ongkos haji telah lunas atau membiarkan dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). "Nilai manfaat dari setoran pelunasan akan diberikan oleh BPKH kepada jamaah paling lambat 30 hari sebelum keberangkatan kelompok terbang pertama haji pada 2021," tutur Fachrul Razi.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Arab Saudi utamakan warganya berprofesi tenaga medis dan aparat keamanan untuk berhaji tahun ini

Dari kuota sepuluh ribu orang, 30 persen buat warga Saudi, sisanya untuk ekspatriat.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pendaftaran haji dibuka, 70 persennya menjadi jatah ekspatriat

Hanya ekspatriat berumur 20-50 tahun dan tidak menderita penyakit kronis dibolehkan mendaftar untuk berhaji.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah haji tidak boleh sentuh atau cium Kabah dan Hajar Aswad

Tiap sesi tawaf, sai, dan melempar jumrah hanya boleh diikuti 50 jamaah. Jarak antar jamaah minimal 1,5 meter.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hanya sepuluh ribu orang boleh berhaji tahun ini

Jamaah haji juga boleh berziarah ke makam Nabi Muhammad di Masjid Nabawi.





comments powered by Disqus