kabar

Sepekan terakhir, Arab Saudi saban hari ketambahan tiga ribuan pengidap Covid-19

Selama 6-12 Juni, terjadi lima kali rekor jumlah penderita Covid-19 terbanyak dalam 24 jam.

13 Juni 2020 04:14

Berdasarakan data Kementerian Kesehatan Arab Saudi, dalam sepekan terakhir, 6-12 Juni, Arab Saudi saban hari ketambahan tiga ribuan penderita virus corona Covid-19. Selama tujuh hari itu, terjadi lima kali rekor jumlah penderita Covid-19 terbanyak dalam 24 jam.

Dimulai pada 6 Juni, terdapat 3.121 pengidap Covid-19 di negara Kabah itu. Sehari sebelumnya ketambahan 2.591 penderita. Angka 3.121 ini merupakan rekor baru setelah pada 16 Mei ada 2.840 kasus.

Sehari kemudian, terjadi penambahan 3.045 kasus sekaligus menandai jumlah penderita Covid-19 di Arab Saudi tembus seratus ribu orang, yakni sebanyak 101.914 pengidap.

Pada 8 Juni, rekor baru kembali tercipta lantaran ada penambahan 3.369 penderita Covid-19. Besoknya negeri Dua Kota Suci itu ketambahan 3.288 pengidap Covid-19.

Lalu pada 10 Juni pecah lagi rekor baru dengan penambahan 3.717 kasus Covid-19. Angka ini sekaligus menjadikan jumlah penderita Covid-19 di Arab Saudi tembus 110 ribu orang, yaitu sebanyak 112.288.

Rekor baru kembali tercipta di 11 Juni, yakni 3.733 kasus Covid-19. Disusul rekor baru lagi kemarin dengan tambahan 3.921 pengidap Covid-19, menyebabkan jumlah penderita virus itu di Arab Saudi nyaris menyentuh angka 120 ribu orang.

Penambahan terbanyak tiap hari terjadi di Ibu Kota Riyadh, yakni 900 kasus (6 Juni), 717 kasus (7 Juni), 746 kasus (8 Juni), 1.099 kasus (9 Juni), 1.317 kasus (10 Juni), 1.431 kasus (11 Juni), dan 1.584 kasus (12 Juni).  

Suasana di terminal kedatangan di sebuah bandar udara di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi cabut kewajiban bermasker di ruang terbuka mulai Ahad

Aturan jaga jarak juga tidak berlaku lagi. Tempat-tempat umum, sarana transportasi, restoran, bioskop, mal, dan lokasi keramaian lainnya juga dizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh.

Masjid di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Saudi larang itikaf, buka puasa, dan sahur bareng di masjid

Sampai sekarang, pemerintah Saudi belum mengumumkan apakah penyelenggaraan haji bisa dilangsungkan atau dilakukan seperti tahun lalu, hanya untuk penduduk Saudi saja.

Situasi Mataf ( tempat tawaf di sekitar Kabah) sebelum dan sesudah wabah virus corona Covid-19 datang. (Twitter)

Setahun pandemi Covid-19 sebabkan 1.137 orang meninggal di Makkah dan Madinah

Terdapat lima kota dengan jumlah orang terinfeksi Covid-19 terbanyak di negara Kabah itu, yakni Riyadh (65.384 orang, termasuk 1.188 wafat), Jeddah (35.969 orang, termasuk 1.263 menemui ajal), Makkah (35.870 orang), Madinah (22.943 orang), dan Dammam (20.741 orang, termasuk 221 meninggal).

Petugas memayungi seorang jamaah umrah pada November 2020. (Haramain Info)

Dag dig dug menanti haji

Selentingan beredar menyebutkan negara Kabah akan menggelar haji tahun ini dengan kuota satu juta jamaah dari rata-rata tiap tahun 2,5 juta orang.





comments powered by Disqus