kabar

Saudi dituduh sengaja mau bunuh perlahan ulama tersohor dalam penjara

Sejak Pangeran Muhamnad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Saudi telah menahan lusinan ulama karena mengkritik kebijakan penguasa.

02 Januari 2021 08:22

Abdullah al-Audah menuding pemerintah Arab Saudi sengaja ingin membunuh pelan-pelan ayahnya, ulama tersohor bernama Syekh Salman al-Audah, dalam penjara. 

"Saya mengumumkan kepada negara-negara Arab dan muslim serta dunia, ayahnya Salam al-Audah menjalani proses pembunuhan pelan-pelan dalam penjara di Riyadh," kata Abdullah melalui akun Twitternya Rabu lalu. "Kesehatannya memburuk beberapa bulan terakhir dan dia tidak mendapat perawatan medis."

Syekh Salman ditangkap sejak September 2017, beberapa jam setelah dia menyerukan perdamaian antara Arab Saudi dan Qatar. Saran ini dia keluarkan lima bulan setelah negara Kabah itu memutus hubungan diplomatik dengan Qatar hingga kini. 

Dia menambahkan keluarganya juga tidak boleh menjenguk Syekh Salman dalam penjara dan komunikasi lewat telepon dilarang sedari Mei hingga tahun lalu. Baru pada pertengahan November tahun lalu, dalam sidang di pengadilan khusus di Riyadh, pihak keluarga.

Menurut Abdullah, ayahnya itu tampak kurus dan pasrah. Di November tahun lalu pula, Syekh Salman dibolehkan menelepon keluarganya. Itu pun cuma semenit. 

Syekh Salman awalnya menghuni Penjara Dhahban di Kota Jeddah, kemudian dipindahkan ke Al-Hayir, penjara superketat khusus bagi narapidana kasus terorisme berlokasi di pinggir Ibu Kota Riyadh. 

Syekh Salman bareng dua ulama ternama Saudi lainnya, Syekh Awad al-Qarni dan Syekh Ali al-Umari tahun lalu dituntut hukuman mati. 

Sejak Pangeran Muhamnad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Saudi telah menahan lusinan ulama karena mengkritik kebijakan penguasa.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Arab Saudi masih penjarakan ulama dengan semena-mena

Penangkapan terhadap para pengkritik kian gencar setelah Bin Salman menjadi putera mahkota.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Ulama tersohor Saudi menjadi rabun dan agak tuli karena disiksa dan tidak dirawat selama dalam penjara

Syekh Salman ditangkap pada September 2019 lantaran mengkritik kebijakan Bin Salman memutus hubungan diplomatik dengan Qatar.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Ulama Arab Saudi dalam penjara cuma dikasih semenit tiap pekan buat telepon keluarga

"Satu menit merupakan waktu sangat pendek buat menelepon. Dia berbicara begitu cepat dan jarang menarik napas ketika sedang omong," kata putranya, Abdullah al-Audah.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Batal divonis, dua ulama tersohor Saudi menjalani sidang dari awal lagi

Syekh Salman bareng Syekh Awad dan Dr. Ali al-Umari sebelumnya telah dituntut hukuman mati dan tinggal menunggu putusan. 





comments powered by Disqus