kabar

Bin Salman miskinkan putra dari mendiang Raja Fahad

Pengeluaran bulanan bagi Pangeran Abdul Aziz bin Fahad dipotong menjadi Rp 5,6 miliar dari sebelumnya Rp 223 miliar.

07 Januari 2021 14:16

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman terus menindas kerabatnya dianggap bisa mengganggu langkahnya menuju singgasana. Kali ini menjadi korban adalah Pangeran Abdul Aziz bin Fahad, putra bungsu dari mendiang Raja Fahad bin Abdul Aziz.

Sumber Albalad.co dalam lingkungan istana mengungkapkan Pangeran Abdul Aziz tidak bisa lagi mencairkan rekeningnya di bank. "Pengeluaran bulanannya juga dibatasi menjadi 1,5 juta riyal (kini setara Rp 5,6 miliar) dari sebelumnya 60 juta riyal (Rp 223 miliar)," katanya.

Untuk Pangeran Abdul Aziz tersohor doyan foya-foya dan hidup glamor sedari kecil, memotong belanja bulanan sampai menjadi 1,5 juta riyal sama saja dimiskinkan.

Sumber itu menambahkan Pangeran Abdul Aziz juga dilarang meninggalkan Ibu Kota Riyadh. Bahkan untuk ke Kota Jeddah saja dia tidak diizinkan.

Sejak menjadi putera mahkota pada Juni 2017, Bin Salman sudah menghebohkan keluarga besar Bani Saud. Sebab lima bulan kemudian, dia menangkapi sejumlah pangeran supertajir, termasuk Pangeran Al-Walid bin Talal, dengan tudingan korupsi. Mereka baru bisa bebas kalau mau menyerahkan sebagian hartanya.

Maret tahun lalu, 20 pangeran, mencakup mantan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Nayif dan Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz (adik dari Raja Salman), juga ditahan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap mantu Raja Abdullah atas tuduhan rencanakan kudeta

Sejak menjabat putera mahkota, Bin Salman getol menangkapi kerabatnya dianggap sangat berpengaruh dan bisa mengganjal ambisinya menuju singgasana. Keluarga mendiang Raja Fahad dan Raja Abdullah termasuk menjadi sasaran.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Bin Salman dan dilema Biden

Bin Salman makin percaya tidak ada yang bisa membantah atau mencegah kuasa mutlaknya, sekalipun negara sebesar Amerika.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat menyampaikan strategi baru PIF (Dana Investasi Pemerintah) untuk periode 2021-2025. . (Saudi Gazette)

Nasib Bin Salman, naik takhta atau terdepak

Sejak dia masuk jalur suksesi pada April 2015, dua putera mahkota tersingkir.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Amerika beri sanksi terhadap 18 pembunuh Khashoggi kecuali Bin Salman sebagai pemberi perintah

Blinken menyatakan 18 orang itu tidak boleh memasuki Amerika hingga waktu tidak ditentukan. Sedangkan Departemen Keuangan Amerika mengatakan akan membekukan aset mereka di Amerika atau aset mereka dikontrol oleh warga Amerika.





comments powered by Disqus