kabar

Rouhani larang perusahaan asing lakukan uji klinis vaksin Covid-19 di Iran

Hingga hari ini sudah 1.286,406 orang terinfeksi Covid-19 di Iran, termasuk 56.171 orang meninggal.

11 Januari 2021 08:28

Presiden Iran Hasan Rouhani Sabtu pekan lalu melarang perusahaan farmasing asing melakoni uji klinis vaksin Covid-19 di negara Mullah itu. Keputusan ini keluar sehari setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei melarang impor vaksin dari Amerika Serikat dan Inggris.

Dia menjelaskan Kementerian Kesehatan Iran telah mencegah sejumlah perusahaan farmasi asing mau melakukan uji klinis, namun dia tidak menyebutkan nama perusahaan diamksud. "Rakyat kami tidak akan menjadi alat uji bagi produsen-produsen vaksin dari luar negeri," kata Rouhani. "Kami akan membeli vaksin Covid-19 aman."

Rouhani memang tidak menyebutkan dari negara mana Iran bakal mengimpor vaksin Covid-19 tapi kemungkinan dari dua sekutunya, yakni Cina dan Rusia. Cina telah menghasilkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac dan Sinopharm, serta Rusia memproduksi vaksin bikinan Sputnik.

Menurut pusat data Covid-19 di Universitas John Hopkins, Amerika Serikat, hingga hari ini sudah 1.286,406 orang terinfeksi Covid-19 di Iran, termasuk 56.171 orang meninggal.

 

Ali Khamenei (kiri) saat Perang Iran-Irak. (Wikipedia)

Setelah dilarang Khamenei, Iran batalkan pesanan 150 ribu dosis vaksin Pfizer

Iran bulan lalu mulai melakukan uji klinis terhadap vaksin buatan sendiri. 

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei mengunjungi keluarga mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani di rumahnya di Ibu Kota Teheran, 3 Januari 2020. (Khamenei.ir)

Khamenei larang Iran impor vaksin Covid-19 dari Amerika dan Inggris

Hingga hari ini, sudah 1.274.514 orang terinfeksi Covid-19 di Iran, termasuk 56.018 korban meninggal.

Emir Dubai sekaligus Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum pada Selasa, 3 November 2020, disuntik vaksin Covid-19 bikinan Sinopharm, perusahaan farmasi asal Cina. (Twitter)

Emir Dubai disuntik vaksin Covid-19 buatan Cina

Menteri Kesehatan Abdurrahman al-Uwais menjadi orang pertama di UEA menjajal vaksin Covid-19.

Para peziarah dari beragam negara berjalan menuju rumah mendiang Imam Khomeini di kawasan Jamaran, utara Ibu Kota Teheran, Iran, 31 Mei 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Presiden Rouhani bilang 25 juta orang terinfeksi Covid-19 di Iran

Rouhani mengatakan 30-35 juta warga Iran lainnya berisiko terjangkit Covid-19.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Iran bebaskan dua awak kapal asal Indonesia

Iran menahan kapal ikan Farsi bareng awaknya, termasuk Safik dan Solek, selama empat bulan karena izin operasionalnya bermasalah. 

27 Januari 2021

TERSOHOR