kabar

Amerika benarkan tewasnya wakil pemimpin Al-Qaidah di Teheran

Abu Muhammad al-Masri dibunuh pada 7 Agustus tahun lalu di sebuah jalan di Teheran.

13 Januari 2021 09:47

Sepekan sebelum mengakhiri masa jabatannya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo kemarin membenarkan soal tewasnya wakil pemimpin Al-Qaidah Abdullah Ahmad Abdullah alias Abu Muhammad al-Masri. 

Dia dibunuh pada 7 Agustus tahun lalu di sebuah jalan di Ibu Kota Teheran, Iran, seperti dilansir surat kabar the New York Times

Sila baca:

Saif al-Adl pemimpin baru Al-Qaidah

Duka Al-Qaidah di negara Mullah

Iran telah membantah laporan itu. Pompeo juga tidak menyebut siapa mendalangi pembunuhan terhadap Abu Muhammad al-Masri. 

Dia bilang keberadaan Abu Muhammad al-Masri di Iran bukan hal mengagetkan. "Keberadaan Al-Masri di Iran menjadi dasar dugaan kami sampaikan hari ini (kemarin) ... Al-Qaidah telah memiliki markas baru, yakni Republik Islam Iran," kata Pompeo dalam jumpa pers di the National Press Club, Ibu Kota Washington DC, Amerika. 

 

Poster menunjukkan pemimpin baru Al-Qaidah, Saif al-Adl, dan mendiang Abu Muhammad al-Masri sebagai buronan Amerika Serikat. (US State Department)

Saif al-Adl pemimpin baru Al-Qaidah

Dewan Syura Al-Qaidah sudah menetapkan jalur suksesi pada 2015.

Poster wakil pemimpin Al-Qaidah Abu Muhammad al-Masri. Dia ditembak mati pada Agustus 2020 di jalanan di Ibu Kota Teheran, Iran. (FBI)

Duka Al-Qaidah di negara Mullah

Dalam tiga bulan, Al-Qaidah kehilangan dua pemimpin mereka, Aiman Zawahiri dan wakilnya, Abu Muhammad al-Masri.

Poster wakil pemimpin Al-Qaidah Abu Muhammad al-Masri. Dia ditembak mati pada Agustus 2020 di jalanan di Ibu Kota Teheran, Iran. (FBI)

Pemimpin Al-Qaidah Aiman Zawahiri meninggal

Wakilnya, Abu Muhammad al-Masri, ditembak mati tiga bulan lalu di jalan di Teheran.

Peracik bom jempolan di Al-Qaidah, Ibrahim Hasan al-Asiri. (Time)

Peracik bom jempolan Al-Qaidah tewas

Pada 2012, Al-Asiri berencana meledakkan sebuah pesawat Amerika, bertepatan dengan haul setahun pendiri jaringan Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Iran bebaskan dua awak kapal asal Indonesia

Iran menahan kapal ikan Farsi bareng awaknya, termasuk Safik dan Solek, selama empat bulan karena izin operasionalnya bermasalah. 

27 Januari 2021

TERSOHOR