kabar

Menteri Yaqut: Belum ada kepastian soal pelaksanaan haji 2021

Gegaran pandemi Covid-19, Saudi memutuskan ibadah haji tahun lalu cuma bagi penduduk negara Kabah itu.

18 Januari 2021 22:45

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengakui sampai saat ini belum ada kepastian dari pemerintah Arab Saudi tentang pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

"Kepastian tentang ada atau tidaknya penyelenggaraan ibadah haji pada 2021 belum diperoleh," kata Yaqut dalam rapat kerja dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini di kompleks parlemen, Jakarta. "Pemerintah Arab Saudi saat ini masih fokus pada penanganan Covid-19 di dalam negeri mereka serta pemantauan penanganan Covid-19 pada negara-negara pengirim jamaah haji."

Dia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga pelaksanaan haji 2021 dapat berjalan normal seperti tahun-tahun sebelum ada wabah penyakit itu. Kalau segalanya berjalan normal, dia memperkirakan pemberangkatan pertama kloter pertama jamaah haji mulai 15 Juni 2021.

Gegara pandemi Covid-19, Saudi memutuskan ibadah haji tahun lalu cuma bagi penduduk negara Kabah itu (warga Saudi dan ekspatriat). Jumlah mereka pun dibatasi maksimal seribu orang dengan penerapan protokol Covid-19 sangat ketat, termasuk selalu memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan rajin mencuci tangan.

Haji tahun lalu hanya boleh bagi penduduk Saudi berumur 18-59 tahun dan memiliki bukti hasil tes menunjukkan tidak terinfeksi virus Covid-19.

 

Jamaah haji sedang bertawaf. (Haramain Info)

Jumlah warga Indonesia berhaji tahun ini sekitar 400 orang

Mereka termasuk dalam 60 ribu jamaah asal berbagai negara.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

327 warga Indonesia di Saudi lolos seleksi untuk berhaji tahun ini

Untuk tahun ini, hanya 60 ribu penduduk Saudi boleh berhaji. Angka ini 60 kali lebih besar ketimbang jumlah jamaah haji domestik tahun lalu, cuma seribu orang.

Gubernur Provinsi Makkah, Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Faisal bin Abdul Aziz, bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdul Fattah bin Sulaiman Masyath. (Twitter)

Haji tahun ini hanya untuk 60 ribu penduduk Saudi saja

Mereka diizinkan berhaji adalah yang berumur 18-65 tahun dan tidak terinfeksi virus Covid-19. 

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Isyarat haji batal dari Saudi

Sangat mungkin, seperti tahun lalu, Saudi bakal memutuskan haji buat penduduknya saja (warga Saudi dan ekspatriat).





comments powered by Disqus