kabar

Menteri agama minta pemerintah prioritaskan vaksinasi Covid-19 kepada calon jamaah haji

Gegara pandemi Covid-19, Saudi memutuskan ibadah haji tahun lalu cuma bagi penduduk negara Kabah itu

19 Januari 2021 23:06

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada pemerintah untuk memprioritaskan vaksinasi Covid-19 kepada calon jamaah haji tahun ini agar tidak tertular sebelum dan selama menjalani ibadah rukun Islam kelima itu di Arab saudi. .

"Terkait jumlah vaksin, Kementerian kesehatan agar dapat mengalokasikan vaksin (Covid-19) untuk 257.540 orang," kata Yaqut saat rapat kerja dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat di kompleks parlemen kemarin.

Jumlah itu meliputi 221 ribu jamaah haji reguler dan haji khusus, 4.200 petugas kelompok terbang dan non-kelompok terbang, 3.400 petugas haji di 34 provinsi, 18 ribu pembimbing haji, 10.940 panitia dan pembimbing manasik di 547 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Terkait permintaan vaksinasi bagi calon jamaah haji, Yaqut menambahkan Kementerian Agama pada 5 Januari sudah mengirim surat kepada Kementerian Kesehatan.

Menurut Yaqut, ada empat alasan kenapa calon jamaah haji harus disuntik vaksin Covid-19. Calon jamaah haji 2021 mungkin ditolak masuk oleh Arab Saudi kalau belum diimunisasi. Bila belum divaksinasi, akan memakan waktu bagi jamaah setibanya di negara Kabah itu karena harus menjalani karantina di kamar hotel.

Selain itu, jika belum disuntik vaksin Covid-19, jamaah haji harus menjalani tes usap PCR saat karantina, sebelum dan setiba di Arab saudi. Jika belum divaksin, maka perlu menjaga jarak di embarkasi, selama penerbangan, selama di Arab saudi, dan sepulang kembali di Indonesia.

Kalau haji jadi dilaksanakan tahun ini, Yaqut memperkirakan pemberangkan kelompok pertama jamaah haji pada 15 Juni.

Gegara pandemi Covid-19, Saudi memutuskan ibadah haji tahun lalu cuma bagi penduduk negara Kabah itu (warga Saudi dan ekspatriat). Jumlah mereka pun dibatasi maksimal seribu orang dengan penerapan protokol Covid-19 sangat ketat, termasuk selalu memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan rajin mencuci tangan.

Haji tahun lalu hanya boleh bagi penduduk Saudi berumur 18-59 tahun dan memiliki bukti hasil tes menunjukkan tidak terinfeksi virus Covid-19.

 

Jamaah haji sedang bertawaf. (Haramain Info)

Jumlah warga Indonesia berhaji tahun ini sekitar 400 orang

Mereka termasuk dalam 60 ribu jamaah asal berbagai negara.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

327 warga Indonesia di Saudi lolos seleksi untuk berhaji tahun ini

Untuk tahun ini, hanya 60 ribu penduduk Saudi boleh berhaji. Angka ini 60 kali lebih besar ketimbang jumlah jamaah haji domestik tahun lalu, cuma seribu orang.

Gubernur Provinsi Makkah, Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Faisal bin Abdul Aziz, bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdul Fattah bin Sulaiman Masyath. (Twitter)

Haji tahun ini hanya untuk 60 ribu penduduk Saudi saja

Mereka diizinkan berhaji adalah yang berumur 18-65 tahun dan tidak terinfeksi virus Covid-19. 

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Isyarat haji batal dari Saudi

Sangat mungkin, seperti tahun lalu, Saudi bakal memutuskan haji buat penduduknya saja (warga Saudi dan ekspatriat).





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Azerbaijan resmikan kantor dagang di Tel Aviv

Perdagangan kedua negara di semester pertama tahun ini telah mencapai US$ 337,2 juta. Sedangkan nilai perdagangan tahun lalu sebesar US$ 465,7 juta. 

29 Juli 2021

TERSOHOR