kabar

Delegasi Taliban kunjungi Iran

Mereka dijadwalkan bertemu Ali Khamenei.

28 Januari 2021 13:00

Seorang anggota tim juru runding Taliban mengungkapkan delegasi taliban kemarin berkunjung ke Iran.

Dia menambahkan lawatan delegasi Taliban ke Teheran ini dipimpin oleh Kepala Biro Politik Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar. "Agendanya adalah untuk menjelaskan kepada pemerintah Iran mengenai dialog intra-Afghanistan dan peta jalan politik Afghanistan di masa depan," kata sumber Albalad.co itu melalui WhatsApp hari ini.

Dia bilang delegasi Taliban ini juga dijadwalkan bertemu pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. Mereka sudah bertemu penasihat keamanan nasional Ali Samkhani.

Dia menolak menjelaskan lebih rinci tentang lawatan ke negara Mullah itu. Dia meminta Albalad.co menghubungi juru bicara Taliban Muhammad Naim.

Namun hingga kabar ini dilansir, Naim belum menjawab panggilan telepon atau membalas pesan.

Sila baca: We want to establish a truely Islamic government in Afghanistan which is not like ISIS

Setelah mencapai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat Februari tahun lalu, tahapan selanjutnya adalah perundingan antar semua faski dan elemn Afghanistan untuk mencapai sebuah konsensus. Meski begitu, kekerasan berdarah masih terjadi di negara Asia tengah ini.

Sila baca:

Kiat Kalla pikat Taliban

Taliban: Arab Saudi bertanggung jawab atas penyebaran Islam intoleran di Afghanistan

Anggota ISKP di Provinsi Jauzan, Afghanistan, menyerah kepada Taliban pada 2018. (Tolo News)

Beberapa lusin warga Indonesia bergabung dengan ISIS di Afghanistan

Juru bicara Taliban Suhail Syahin menegaskan pemerintah dan rakyat Indonesia tidak usah mencemaskan kalau Taliban berkuasa di Afghanistan.

Javed, anggota Laskar Fatimiyun tewas saat bertempur menghadapi Taliban di Provinsi Ghazni, Afghanistan, Juli 2021. (Albalad.co/Supplied)

Satu anggota milisi Syiah binaan Iran tewas saat bertempur hadapi Taliban

Laskar Fatimiyun dibentuk dan dilatih oleh Brigade Quds, pasukan elite dari Garda Revolusi Islam Iran.

Peta perebutan wilayah antara Taliban dan pemerintah Afghanistan. (Long War Journal)

Taliban ancam Turki untuk tidak pertahankan pasukannya di Afghanistan

Taliban mengklaim telah menguasai 85 persen wilayah Afghanistan.





comments powered by Disqus