kabar

Biden bekukan kesepakatan penjualan peralatan militer ke Saudi dan UEA

Dua negara Arab Teluk ini bertanggung jawab terhadap krisis kemanusiaan di Yaman akibat perang mereka lancarkan. 

29 Januari 2021 08:41

Pemerintahan baru Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden telah membekukan kesepakatan penjualan peralatan militer ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), dicapai semasa pemerintahan Presiden Donald Trump. 

"Penjualan 50 jet tempur F-35 dan pesawat nirawak pengebom ke UEA serta amunisi dalam jumlah besar ke Arab Saudi ditangguhkan untuk dikaji ulang," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri Amerika kepada Axios.

Kesepakatan dengan Saudi itu senilai US$ 478 juta ditandatangani bulan lalu berupa 7.500 bom pintar bikinan Raytheon. 

Perjanjian penjualan 50 pesawat tempur F-35 ke UEA merupakan bagian dari kesepakatan negara ini dengan Israel buat membina hubungan diplomatik.

Dalam kampanyenya tahun lalu, Biden memang menjanjikan untuk menyetop pasokan senjata bagi Saudi dan UEA. Sebab dua negara Arab Teluk ini bertanggung jawab terhadap krisis kemanusiaan di Yaman akibat perang mereka lancarkan. 

Abdurrahim bin Ahmad Mahmud al-Huwaiti, lelaki dari Suku Huwaitat dibunuh pasukan keamanan Arab Saudi pada 16 April 2020 karena menolak rumahnya digusur untuk proyek Neom. (Video screencapture)

Bin Salman putus sambungan Internet di 30 desa Suku Huwaitat sejak enam bulan lalu

Aktivis dari Suku Huwaitat berencana menggugat Bin Salman di pengadilan Inggris dan Amerika Serikat.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei pada 23 Juli 2021 menerima suntikan dosis kedua vaksin Covid-19 Barakat, merupakan produksi dalam negeri. (Twitter/khamenei.ir)

Khamenei minta masalah kelangkaan air di Khuzestan segera diselesaikan

Khamenei memuji penduduk Khuzestan sebagai orang-orang sangat setia kepada Iran.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Muhammad al-Khaja (kanan) bareng Presiden Israel Isaac Herzog menggunting pita pada peresmian Kedutaan Besar UEA di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, 14 Juli 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

Bennett dan Bin Zayid sepakat buat bertemu

Ini percakapan telepon pertama antara kedua pemimpin itu.





comments powered by Disqus