kabar

Ethiopia mulai pulangkan 40 ribu imigrannya dari tahanan Arab Saudi

Mereka mendekam dalam berbagai kamp tahanan dan diperlakukan tidak manusiawi.

29 Januari 2021 20:25

Arab Saudi akhirnya mengizinkan Ethiopia memulangkan puluhan ribu warganya mendekam hampir setahun dalam tahanan mirip kamp budak. Hasil investigasi the Telegraph menunjukkan mereka diperlakukan tidak manusiawi: jarang dikasih makan, ditempat dalam ruangan tanpa jendela dan penuh sesak.

Repatriasi pertama ke Ibu Kota Addis Ababa, Ethiopia, dilakukan Selasa lalu terhadap 296 imigran. Kegirangan tetap tidak bisa menyembunyikan wajah mereka terlihat sangat letih.

"Doa kami akhirnya terkabul," kata Aynalem, nama samaran, telah mendekam di pusat tahanan Asy-Syumaisi, tidak jauh dari Kota Makkah, sejak April tahun lalu. "Saya belum pernah keluar ruangan tahanan selama delapan bulan. Saya takut hanya akan meninggalkan kamp ini dalam kantong mayat."

Pemuda 23 tahun ini bilang Sabtu pekan lalu, seseorang dari Kedutaan besar Ethiopia di Ibu Kota Riyadh datang menemui mereka di kamp Asy-Syumaisi. "Dia mengatakan kepada kami untuk bersiap-siap pulang dan enderitaan kami akan segera berakhir," ujarnya.

Riyadh bersedia membebaskan puluhan ribu imigran Ethiopia setelah mendapat tekanan internasional. Para imigran itu tidur, makan, dan buang hajat di satu ruangan dijejali banyak orang. Penahanan puluhan ribu imigran Ethiopia ini merupakan bagian dari kebijakan Saudi buat menekan penularan virus corona Cvid-19.

Mereka rutin dipukuli, disiksa, kelaparan dan kehausan. Beberapa pemuda Ethiopia dalam kamp tahanan meninggal karena penyakit dan dehidrasi. Sebagian lagi nekat bunuh diri lantaran frustasi.

Di kamp Asy-Syumaisi terdapat setidaknya 16 ribu imigran Ethiopia. Ribuan lainnya tersebar di berbagai kamp tahanan di Saudi bareng imigran dari negara-negara Afrika lainnya, termasuk Nigeria, Somalia, dan Kenya.

"Secara keseluruhan terdapat sekitar 40 ribu imigran Ethiopia siap dipulangkan," ujar Wakil Konsul Jenderal Ethiopia di Kota Jeddah Nebiyu Tedla kepada the Telegraph. "Buat saat ini, kami akan memulangkan seribu orang tiap pekan. Kami berharap dibolehkan menambah jumlah imgran bisa direpatriasi saban minggu."

Tedla menambahkan imigran Ethiopia ditahan di kamp di Jazan, dekat perbatasan Yaman, juga bakal dipulangkan. Kamp tahanan di sana dikenal dengan sipir kejam sehingga kemungkinan imigran meninggal lebih besar.

 

Abdurrahim bin Ahmad Mahmud al-Huwaiti, lelaki dari Suku Huwaitat dibunuh pasukan keamanan Arab Saudi pada 16 April 2020 karena menolak rumahnya digusur untuk proyek Neom. (Video screencapture)

Bin Salman putus sambungan Internet di 30 desa Suku Huwaitat sejak enam bulan lalu

Aktivis dari Suku Huwaitat berencana menggugat Bin Salman di pengadilan Inggris dan Amerika Serikat.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei pada 23 Juli 2021 menerima suntikan dosis kedua vaksin Covid-19 Barakat, merupakan produksi dalam negeri. (Twitter/khamenei.ir)

Khamenei minta masalah kelangkaan air di Khuzestan segera diselesaikan

Khamenei memuji penduduk Khuzestan sebagai orang-orang sangat setia kepada Iran.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Muhammad al-Khaja (kanan) bareng Presiden Israel Isaac Herzog menggunting pita pada peresmian Kedutaan Besar UEA di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, 14 Juli 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

Bennett dan Bin Zayid sepakat buat bertemu

Ini percakapan telepon pertama antara kedua pemimpin itu.





comments powered by Disqus