kabar

Netanyahu perpendek rencana kunjungan ke Arab Teluk jadi tiga jam saja

Dia hanya akan melawat ke Abu Dhabi.

01 Februari 2021 02:40

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan memperpendek rencana kunjungannya ke kawasan Arab Teluk, dari tiga hari menjadi tiga jam saja. Kebijakan ini diambil lantaran penularan virus corona Covid-19 masih tinggi dan negara Zionis itu kemungkinan memperpanjang masa karantina wilayah, seperti dilansir media-media berbahasa Ibrani.

Netanyahu tadinya dijadwalkan melawat ke Ibu Kota Abu Dhabi dan Dubai (Uni Emirat Arab), serta Ibu Kota Manama, Bahrain, masing-masing sehari. Tapi Netanyahu direncanakan cuma berkunjung ke Abu Dhabi. Itu pun hanya tiga jam.

Pemangkasan waktu lawatan ini sekaligus mengurangi waktu pertemuan dengan Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan di istananya.

Rencana lawatan Netanyahu ke UEA dan Bahrain sudah tiga kali ditunda.

Profesor Eitan Mor melakukan operasi pengambilan ginjal milik perempuan Israel bernama Shani Markowitz di Rumah Sakit Sheba Medical Center di Ramat Gan, Israel, pada 28 Juli 2021. Ginjal itu kemudian ditransplantasikan kepada ibu dari pendonor ginajl asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (Sheba Medical Center)

Saling donor ginjal UEA-Israel

Sedangkan pendonor wanita dari Abu Dhbai itu mendonasikan ginjalnya buat pasien wanita di Rumah Sakit Rambam Medical Center di Kota Haifa, Israel.

Profesor Eitan Mor sedang memeriksa ginjal baru saja diambil dari dalam tubuh perempuan Israel bernama Shani Markowitz Manshar. Ginjal ini akan ditanamkan ke dalam badan pasien warga Uni Emirat Arab di Abu Dhabi. Operasi pengangkatan ginjal milik Shani berlangsung pada 28 Juli 2021 di Rumah Sakit Sheba Medical Center, Ramat Gan, Israel. (Naama Frank Azriel)

Perempuan Israel sumbang ginjalnya buat warga UEA

Ini menjadi transplantasi ginjal pertama antara warga dari kedua negara itu.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett pada 15 Juni 2021 menerima Direktur Mossad David Barnea di kantornya di Yerusalem. (Twitter/@IsraeliPM)

Dua negara Arab pertama ucapkan selamat kepada pemerintahan baru Israel

UEA bareng Bahrain, Sudan, dan Maroko tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel di bawah kerangka Perjanjian Ibrahim. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu batalkan lawatan ke UEA

Kejadian ini sehari setelah Pangeran Husain tidak jadi mengunjungi Al-Aqsa.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Azerbaijan resmikan kantor dagang di Tel Aviv

Perdagangan kedua negara di semester pertama tahun ini telah mencapai US$ 337,2 juta. Sedangkan nilai perdagangan tahun lalu sebesar US$ 465,7 juta. 

29 Juli 2021

TERSOHOR