kabar

Cari sokongan buat jadi presiden, Ahmadinejad temui putra Khamenei

Para pendukung Ahmadinejad getol berkampanye agar Mujtaba bisa menggantikan ayahnya menjadi pemimpin tertinggi Iran.

17 Februari 2021 11:55

Mantan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad mulai gencar mencari dukungan untuk maju dalam pemilihan presiden pada 18 Juni. Dia bulan lalu mengadakan pertemuan dengan Mujtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. 

Arasy Azizi, sejarawan Iran dari Universitas New York, Amerika Serikat, mengungkapkan pembicaraan itu terjadi pertengahan Januari. Dia memperoleh informasi ini dari dua orang dalam lingkaran dekat Ahmadinejad. 

"Pertemuan ini berlangsung selama tiga jam di kediaman Qalamali Haddad Adil, mantan ketua parlemen Iran," kata Azizi kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp kemarin. 

Dia menambahkan Qalamali adalah mertua dari Mujtaba sekaligus sahabat lama Ahmadinejad. Qalamali dan Mujtaba sama-sama anggota Dewan Ahli, lembaga negara beranggotakan 39 orang dan berwenang menunjuk dan memberhentikan pemimpin tertinggi Iran. 

Menurut Azizi, Ahmadinejad bulan lalu juga bertemu Mudaressi Yazdi, ulama merupakan anggota Dewan Pelindung, untuk melobi agar pencalonan dirinya sebagai presiden bisa lolos. 

Dewan Pelindung merupakan lembaga negara beranggotakan  beranggotakan 12 orang serta memiliki tiga kewenangan, yakni mengawasi pemilihan umum, sebagai mahkamah konstitusi, dan memantau kinerja parlemen. 

Para pendukung Ahmadinejad juga getol berkampanye agar Mujtaba bisa menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran. 

 

Sebuah poster mengajak para pemilih menggunakan hak pilih mereka dalam pemilihan presiden digelar pada 18 Juni 2021, dipasang di tepi jalan di Ibu Kota Teheran, Iran. (Iran International)

Segelap masa lalu presiden baru Iran

Hasil ini seolah pesan Raisi bakal menggantikan Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran selanjutnya.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan Ibrahim Raisi, baru menang pemilihan presiden Iran digelar pada 18 Juni 2021. (Twitter)

Seruan boikot oleh Ahmadinejad sukses, jumlah pemilih Iran tidak sampai 50 persen

"Siapapun menang dalam pemilihan presiden ini nantinya akan mengatakan dia tidak dapat memperbaiki persoalan ekonomi karena campur tangan orang-orang berpengaruh," kata warga Teheran bernama Ali Husaini.

Ibrahim Raisi, presiden terpilih Iran dari hasil pemilihan umum digelar pada 18 Juni 2021, ketika bertemu pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah di Libanon pada 2018. (Twitter)

Ibrahim Raisi terpilih sebagai presiden baru Iran

Jumlah pemilih menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan presiden kali ini terendah sejak Republik Islam Iran dibentuk pada 1979, yakni 48,8 persen.

Mantan Presiden Mahmud Ahmadinejad ketika mendaftar untuk menjadi calon dalam pemilihan presiden Iran pada 18 Juni 2021. Dia dinyatakan tidqk lolos pada 24 Mei 2021. (Iran International)

Tidak lolos pencalonan presiden, Ahmadinejad diminta bungkam

Ahmadinejad melawan dan bilang situasi ekonomi dan keamanan Iran saat ini mengerikan.





comments powered by Disqus