kabar

Ustazah tersohor di Makkah ditahan dalam penjara di Jeddah

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Saudi getol menangkapi orang-orang dicap pembangkang.

18 Februari 2021 20:17

Arab Saudi menjebloskan ustazah Aisyah al-Muhajiri, penduduk Kota Makkah, ke Penjara Dhahban di Kota Jeddah.

Prisoners of Conscience, organisasi non-pemerintah pemantau hak asasi manusia di negara Kabah itu, mengungkapkan Senin lalu 20 polisi rahasia (mabahith) menangkap ustazah Aisyah di kediamannya. "Kami telah mendapat konfirmasi dia ditangkap karena memberikan advokasi dan pelajaran menghapal Al-Quran di rumahnya."

Selain ustazah Aisyah, ada dua perempuan lain dibekuk di sana, termasuk satu orang berumur 80 tahun. Mabahith mengancam menangkap putra-putra Aisyah lantaran mempertanyakan alasan penangkapannya.

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Saudi getol menangkapi orang-orang dicap pembangkang. Mereka menjadi korban adalah ulama, wartawan, aktivis, pengusaha, pejabat, dan anggota keluarga kerajaan.

 

Abdurrahim bin Ahmad Mahmud al-Huwaiti, lelaki dari Suku Huwaitat dibunuh pasukan keamanan Arab Saudi pada 16 April 2020 karena menolak rumahnya digusur untuk proyek Neom. (Video screencapture)

Bin Salman putus sambungan Internet di 30 desa Suku Huwaitat sejak enam bulan lalu

Aktivis dari Suku Huwaitat berencana menggugat Bin Salman di pengadilan Inggris dan Amerika Serikat.

Dokumen kerajaan memperlihatkan daftar 23 jabatan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Said bin Nasir al-Ghamdi)

Sebagai penguasa Saudi, Raja Salman punya tujuh jabatan dan Bin Salman 23 jabatan

Bin Salman, di samping menjadi putera mahkota, juga menjabat wakil presiden dewan menteri, wakil presiden dewan militer, presiden dewan keluarga kerajaan, menteri pertahanan.

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Disiksa dalam tahanan, mantan putera mahkota Saudi sudah susah untuk berjalan

Bin Nayif ditahan bareng 19 pangeran Saudi lainnya, termasuk adik dari Raja Salman, sejak Maret tahun lalu.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Jamal Khashoggi akui Saudi adalah penyebar ajaran Islam tidak toleran dan ekstrem

Khashoggi bilang, "Apakah negara saya (Arab Saudi) bertanggung jawab karena membiarkan dan bahkan mendukung radikalisme?" Ya dan mereka mesti bertanggung jawab atas hal itu."





comments powered by Disqus