kabar

Laporan intelijen Amerika simpulkan Bin Salman setujui operasi pembunuhan Khashoggi

Keterlibatan Bin Salman kian terbukti lantaran tujuh orang dari 15 anggota tim pembunuhan Khashoggi merupakan anggota pasukan pengawal pribadi Bin Salman.

27 Februari 2021 06:32

Laporan dirilis Kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat kemarin waktu setempat (hari ini waktu Jakarta) menyimpulkan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman menyetujui operasi untuk menghabisi kolumnis surat kabar the Washington Post, Jamal Khashoggi.

"(Sebab) sejak 2017, putera mahkota (Bin Salman) memiliki kontrol absolut atas semua badan keamanan dan intelijen Arab Saudi, sehingga sangat tidak mungkin para pejabat Saudi berani melaksanakan misi berisiko itu tanpa persetujuan putera mahkota," tulis laporan itu.

Apalagi pembunuhan itu juga melibatkan Saud al-Qahtani, penasihat Bin Salman urusan media. Al-Qahtani pada pertengahan 2018 secara terbuka menyatakan semua keputusan dia buat atas pengesahan pemimpin de facto di negara Kabah itu.

Selain itu, keterlibatan Bin Salman kian terbukti lantaran tujuh orang dari 15 anggota tim pembunuhan Khashoggi merupakan anggota pasukan pengawal pribadi Bin Salman bernama RIF (Pasukan Intervensi Cepat). Laporan intelijen Amerika ini juga menyatakan Bin Salman penggunaan kekerasan buat membungkam para pembangkang di luar negeri, termasuk Khashoggi.

"Kami menilai ketujuh anggota RIF tidak akan ikut dalam misi membunuh Khashoggi tanpa persetujuan Bin Salman."

Tidak lama setelah laporan intelijen itu keluar, Direktur Intelijen Nasional Avril Haines memberikan wawancara khusus kepada NPR. "Kenyataan putera mahkota (Bin Salman) menyetujui operasi itu ... bukanlah sebuah kejutan," katanya.

Melalui Twitter, Kedutaan Besar Arab Saudi di Ibu Kota Washington DC, Amerika menolak laporan intelijen itu. "Pemerintah Arab Saudi menolak mentah-mentah penilaian dalam laporan disampaikan kepada Kongres Amerika terkait pembunuhan warga Saudi bernama Jamal Khashoggi."

Duta Besar Saudi buat Amerika adalah Puteri Rima binti Bandar bin Abdul Aziz, anggota keluarga kerajaan.

Tim beranggota 15 warga Saudi menghabisi Khashoggi di dalam kantor Konsulat Jenderal Arab Saudi di Kota Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Mayatnya kemudian dimutilasi tapi tidak pernah ditemukan.

Pemerintah Saudi awalnya membantah telah membunuh Khashoggi namun akhirnya mengakui itu adalah pembunuhan berencana. Riyadh juga menolak memberitahu keberadaan potongan-potongan tubuh Khashoggi itu.

Pengadilan Saudi digelar secara rahasia telah mengadili sebelas terdakwa, namun tiga dibebaskan, yaitu Saud al-Qahtani, mantan wakil kepala badan intelijen Birgadir jenderal Ahmad Assiri, dan bekas Konsul Jenderal saudi di Istanbul Muhammad al-Utaibi.

Sedangkan lima orang lainnya tadinya divonis hukuman mati diubah masing-masing menjadi penjara 20 tahun. Tiga terdakwa lainnya mendapat hukuman lebih ringan.

Laporan disampaikan ke Kongres Amerika itu dirahasiakan selama pemerintahan Presiden Donald Trump karena tidak ingin merusak hubungan dengan Saudi. Namun penggantinya, Presiden Joe Biden telah berjanji untuk membuka laporan intelijen itu.

 

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Bin Salman dan dilema Biden

Bin Salman makin percaya tidak ada yang bisa membantah atau mencegah kuasa mutlaknya, sekalipun negara sebesar Amerika.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Amerika beri sanksi terhadap 18 pembunuh Khashoggi kecuali Bin Salman sebagai pemberi perintah

Blinken menyatakan 18 orang itu tidak boleh memasuki Amerika hingga waktu tidak ditentukan. Sedangkan Departemen Keuangan Amerika mengatakan akan membekukan aset mereka di Amerika atau aset mereka dikontrol oleh warga Amerika.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Janda Khashoggi gugat Bin Salman di pengadilan Amerika

Cengiz menuntut pertanggungjawaban Bin Salman dan orang-orang suruhannya atas penculikan, penyiksaan, pembunuhan, mutilasi, dan penghilangan potongan tubuh Khashoggi.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Hukuman mati dianulir, Saudi vonis lima terdakwa kasus pembunuhan Khashoggi dengan 20 tahun penjara

Saudi mulanya menyangkal telah membunuh Khashoggi, namun Bin Salman akhirnya mengaku bertanggung jawab meski tidak dijadikan tersangka.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Iran puji sikap Indonesia soal isu nuklir Iran

Total perdagangan kedua negara tahun lalu meningkat 52 persen, yaitu mencapai US$ 215 juta dari nilai tahun 2019 sebesar US$ 141,60 juta.

20 April 2021

TERSOHOR