kabar

Amerika beri sanksi terhadap 18 pembunuh Khashoggi kecuali Bin Salman sebagai pemberi perintah

Blinken menyatakan 18 orang itu tidak boleh memasuki Amerika hingga waktu tidak ditentukan. Sedangkan Departemen Keuangan Amerika mengatakan akan membekukan aset mereka di Amerika atau aset mereka dikontrol oleh warga Amerika.

27 Februari 2021 22:16

Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan Amerika Serikat memberikan sanksi terhadap 18 warga Arab Saudi terlibat dalam pembunuhan kolumnis surat kabar the Washington Post, Jamal Khashoggi. Namun Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman sebagai pemberi perintah bebas dari sanksi itu.

Khashoggi dihabisi pada 2 Oktober 2018 di dalam kantor Konsulat Arab Saudi di Kota istanbul, Turki. Mayatnya kemudian dimutilasi, namun sampai sekarang Saudi merahasiakan di mana keberadaan potongan-potongan tubuh Khashoggi itu. 

Sila baca:

Pembunuhan berencana suruhan putera mahkota

Anak Raja Salman utarakan niatnya bunuh Khashoggi pada 2017

Sanksi ini dikeluarkan setelah Kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika melansir laporan intelijen menyimpulkan Bin Salman menyetujui atau memerintahkan buat menghabisi warga Saudi sekaligus keponakan dari dealer senjata tersohor asal Saudi, Adnan Khashoggi, itu.

Sebanyak 18 warga Saudi itu dikenai sanksi itu terdiri dari tiga pejabat, yakni Saud al-Qahtani (penasihat media buat Bin Salman), Brigadir Jenderal Ahmad Hasan al-Assiri (mantan wakil kepala badan intelijen Arab Saudi), dan Muhammad al-Utaibi (bekas Konsul Jenderal Saudi di Istanbul, Turki).

Sanksi juga diberikan kepada 15 anggota tim eksekutor, yaitu Mahir Mutrib (komandan tim eksekutor), Salah Muhammad at-Tubaigi (dokter forensik memutilasi mayat Jamal Khashoggi), Misyaal Saad al-Bustani, Naif Hasan al-Arifi, Muhammad Saad az-Zahrani, Mansur Usman M. Abahusain, Khalid Aidh al-Utaibi, Abdul Aziz Muhammad al-Hausawi, Walid Abdullah asy-Syihri, Thaar al-Harbi, Fahad Syabib al-Balawi, Badr Lafi al-Utaibi, Mustafa Muhammad al-Madani (keluar dari kantor Konsulat Saudi di Istanbul dengan menyamar sebagai Khashoggi dan memakai jasnya setelah korban dibunuh), Turki Musyarraf asy-Syihri, dan Saif Saad al-Qahtani (sepupu dari Saud al-Qahtani).

Sila baca: Para pembunuh girang dan tenggak minuman beralkohol setelah habisi Khashoggi

Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken menyatakan 18 orang itu tidak boleh memasuki Amerika hingga waktu tidak ditentukan. Sedangkan Departemen Keuangan Amerika mengatakan akan membekukan aset mereka milik di Amerika atau aset mereka dikontrol oleh warga Amerika.

Sanksi serupa juga berlakukan kepada 58 warga Saudi lainnya karena terlibat dalam mengintimidasi, mengancam, dan meneror para pembangkang Saudi menetap di luar negeri.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Jamal Khashoggi akui Saudi adalah penyebar ajaran Islam tidak toleran dan ekstrem

Khashoggi bilang, "Apakah negara saya (Arab Saudi) bertanggung jawab karena membiarkan dan bahkan mendukung radikalisme?" Ya dan mereka mesti bertanggung jawab atas hal itu."

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Bin Salman dan dilema Biden

Bin Salman makin percaya tidak ada yang bisa membantah atau mencegah kuasa mutlaknya, sekalipun negara sebesar Amerika.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Laporan intelijen Amerika simpulkan Bin Salman setujui operasi pembunuhan Khashoggi

Keterlibatan Bin Salman kian terbukti lantaran tujuh orang dari 15 anggota tim pembunuhan Khashoggi merupakan anggota pasukan pengawal pribadi Bin Salman.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Janda Khashoggi gugat Bin Salman di pengadilan Amerika

Cengiz menuntut pertanggungjawaban Bin Salman dan orang-orang suruhannya atas penculikan, penyiksaan, pembunuhan, mutilasi, dan penghilangan potongan tubuh Khashoggi.





comments powered by Disqus